Pemkab Gunung Kidul Akan Kembangkan Wisata Bunga Amarilis
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta mengapresiasi upaya warga untuk melestarikan bunga yang ada di tempat wisata Bunga Amarilis, kecamatan Patuk secara swadaya. Sebagai bentuk apresiasi ini pemkab Gunung Kidul akan mengembangkan tempat wisata tersebut.
“Saat ini, bunga Amarilis sedang mekar. Semoga bisa menjadi salah satu alternatif wisata di Gunung Kidul,” kata Bupati Gunung Kidul Badingah di Gunung Kidul, Minggu, 16 Juli 2017.
“Luar biasa warga mau dan mampu melestarikan bunga Amarilis secara swadaya,” tambahnya.
Badingah mengatakan selain dilestarikan swadaya, pemkab melalui Kecamatan Patuk menanam bunga Amarilis di wilayah Salam. Upaya ini diharapkan dapat diikuti setiap warga untuk menanam bunga tersebut. Penanaman bunga Amarilis begitu bermanfaat dan memiliki daya tarik tersendiri untuk para wisatawan. Jika ini terealisasi, maka tidak menutuk kemungkinan banyak wisatawan yang berkunjung ke wisata Bunga Amarilis.
Menurut Badingah, nantinya pemkab Gunung Kidul akan menjalin kerjasama dengan perguruan tinggi dan pemerintah provisi hingga pusat untuk memantapkan pelesatiran bunga Amaris ini. Kerjasama ini juga dimaksudkan untuk mengubah paradigma Gunung Kidul tandus menjadi sejuk dan indah.
Selainn itu pelestarian ini, Juga bisa menambah pendapatan warga setempat, dengan cara menjual bunga amarilis. “Kalau ada wisatawan juga bisa buka jasa parkir,” katanya.
Sementara pemilik tanam bunga amarilis Sukadi (46) menerangkan tamanan bunga amarilis ditanam di lahan seluas 3.000 meter persegi di lahan pekarangan miliknya ditanam 500 ribu umbi amarilis. “Setiap umbinya tumbuh dua sampai tiga tangkai bunga,” katanya.
Selain untuk wisata, pihaknya menjual ke warga yang lewat satu tangkai Rp 3.000, untuk satu wadah isi 3 tangkai dengan harga Rp 7.000. Beberapa waktu lalu pernah ada yang membeli hingga 5.000 bibit. “Belum lama ini istri mantan Wapres Budiono ke sini untuk melihat dan membeli bibit,” katanya.
Untuk mengurangi kerusakan seperti 2015 lalu, pihaknya sudah membuat jalur bagi pengunjung sehingga diharapkan tak lagi menginjak bunga. “Tahun ini Juli sudah berbunga tetapi tidak semuanya, biasanya berbunga akhir November hingga pertengahan Desember,” katanya. (Sumber Antara)
