Kemenpar Promosikan Yacht Visit Indonesia Sailing 2017 di Kinabalu

0
Depositphotos_111707732_original

Kementerian Pariwisata jagonya melihat peluang dalam mempromosikan even pariwisata nasional ke luar negeri. Kali ini, Kemenpar mengundang para peserta “Malaysia Sailing 2017”. Mereka diundang setelah Malaysia Sailing 2017 berakhir di Kota Kinabalu.

Ada 30 peserta yang diundang untuk hadir di “Yacht Visit Indonesia Sailing 2017” di Kota Kinabalu. Menurut siaran pers KJRI Kota Kinabalu, Sabtu, kegiatan diselenggarakan di Marina Club Sutera. Kepada peserta Malaysia Sailing 2017 ditawarkan melanjutkan perjalanannya menuju Raja Ampat di Papua.

Konjen RI Kota Kinabalu, Irfan, mengatakan misi dari kegiatan adalah untuk menjadikan Indonesia sebagai tempat utama kegiatan berlayar dengan Yacht.
“Kegiatan ini menawarkan kepada para hadirin destinasi Raja Ampat dimana rute-rute yang dilalui menuju lokasi adalah sangat menarik, dan Konsulat Jenderal RI di Kota Kinabalu selalu mendukung kegiatan semacam ini,” katanya.

Apa yang disampaikan Irfan diperkuat dengan pernyataan nasa sumber dalam kegiatan ini yakni Aji Sularso. Aji mengatakan jumlah pulau yang dilalui menuju Raja Ampat tak kalah menariknya dan sayang jika tidak dikunjungi para peserta Yacht Visit Indonesia Sailing 2017.
“Sudah sepatutnya Indonesia menjadi tempat pariwisata unggulan untuk olah raga berlayar karena memiliki laut yang terbentang dari barat ke timur dimana setiap tempat persinggahan memiliki obyek wisata yang unik untuk di-explore oleh para yacht sailor,” kata Aji.

Raja Ampat sudah dikenal oleh para pelayar (yachter) mancanegara, beberapa peserta yang diundang beberapa sudah pernah berlayar kesana. Tracy Cindy salah seorang pelayar berusia 50 tahunan mengatakan sudah pernah belayar ke Raja Ampat dan masih antusias untuk datang lagi.

“Obyeknya sangat indah dan iklimnya sesuai karena tidak terlalu panas dan orangnya ramah tamah. Namun beberapa tempat harus diakui perlu penyempurnaan terutama mengenai kebersihannya. Masyarakat lokal dijumpai masih membuang sampah di laut atau di pantai sehingga dapat merusak karang,” kata Cindy.

Kegiatan akhirnya ditutup dengan tanya jawab tentang fasilitas yang dibantu dan disediakan antara lain kemudahan pengurusan visa, informasi rute perjalanan dan sebagainya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *