Belum Lama Diresmikan, PLBN Skouw Ramai Dikunjungi Ribuan Wisatawan

0
img-20170508-wa0059

Belum lama diresmikan oleh Presiden Jokowi, Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Skouw, Kota Jayapura sudah ramai dikunjungi wistawan lokal dan mancangera. Bahkan jumlahnya sudah mencapai 5.000 wisatawan. Jumlah tersebut dapat dilihat ketika akhir pekan atau hari libur nasional.

“Sedangkan per harinya, jumlah kunjungan wisatawan bisa mencapai 500 orang baik itu lokal maupun mancanegara,” Kepala Biro Perbatasan dan Kerja Sama Luar Negeri Provinsi Papua Suzana Wanggai di Jayapura.
Menurut Suzana, sedangkan untuk hari pasar yakni Selasa dan Kamis, wisatawan dari Papua Nugini bisa mencapai 1.500 orang.

“Minat masyarakat baik dari Indonesia khususnya Papua dan Papua Nugini sangat tinggi untuk mengunjungi PLBN Skouw, bisa dilihat 600-an kendaraan yang masuk ke wilayah perbatasan ketika Sabtu dan Minggu seperti bus, kendaraan roda dua serta empat,” ujarnya.

Dengan banyaknya jumlah wisatawan yang melintas pos perbatasan ini, pemerintah akan terus memperbanyak fasilitas penunjang seperti tempat penukaran uang, pasar modern hingga lokasi parkir yang lebih luas.

“Kami tidak menyangka jika jumlah kunjungan wisatawan akan sebanyak itu, sehingga ke depannya akan terus membenahi fasilitas PLBN Skouw seperti memperluas lahan parkir,” katanya lagi.

Dia menambahkan PLBN Skouw dibangun di atas lahan seluas 10,2 hektar dan terdiri dari 10 bangunan, di mana fasilitas yang tersedia di PLBN Skouw tak hanya terkait aktivitas keimigrasian dan balai karantina namun juga terdapat pusat jajanan dan kerajinan tangan serta pencucian mobil.

PLBN Skouw diresmikan oleh Presiden Jokowi pada 9 Mei 2017 lalu. Dalam peresmian ini Jokowi didampingi MenteriPUPR Basuki Hadimuljono dan Gubernur Papua Lukas Enembe.

Dalam sambutannya Jokowi berharap  pos lintas batas ini dapat dimanfaatkan oleh warga lokal. “Saya minta kios untuk warga jumlahnya saya minta ditambah. Untuk siapa? Untuk masyarakat asli sini,” ujar Jokowi disambut tepuk tangan.

Jokowi tidak ingin bila warga setempat tak mendapat manfaat apa pun dari pembangunan. Sehingga, dia juga meminta adanya pembinaan kepada warga yang nantinya akan berjualan di PLBN Skouw. “Saya lihat di Port Moresby, PNG, harga-harga itu jauh lebih murah di sini. Seharusnya kita bisa jadi pemasok,” kata Jokowi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *