PSMTI dan KSP Perkuat Sinergi Hadapi Dinamika Ekonomi Global
Foto bersama jelang acara dimulai (Foto: PSMTI)
El John News, Jakarta-Meningkatnya tantangan ekonomi global dan dinamika kebijakan di dalam negeri mendorong pentingnya komunikasi yang lebih intensif antara pemerintah dan dunia usaha. Sebagai bagian dari upaya membangun sinergi tersebut, Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) menggelar forum PSMTI Business Talks, dengan menghadirkan Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Prof. Dr. Dudung Abdurachman, S.E., M.M., di Museum Hakka Indonesia, Taman Budaya Tionghoa Indonesia, TMII, Jakarta, Senin (6/7/2026).
Kehadiran Dudung disambut langsung oleh Ketua Umum PSMTI Wilianto Tanta bersama jajaran dewan dan pengurus PSMTI Pusat. Forum tersebut menjadi ruang diskusi antara organisasi yang mayoritas anggotanya merupakan pelaku usaha dengan Kantor Staf Presiden (KSP) untuk bertukar pandangan mengenai berbagai isu strategis yang tengah dihadapi Indonesia.
Sejumlah tokoh PSMTI turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Tokoh Pendiri PSMTI sekaligus Dewan Pertimbangan Brigjen TNI (Purn.) Tedy Yusuf, Ketua Umum Perhimpunan Hakka Indonesia sekaligus Dewan Pertimbangan PSMTI Sugeng Prananto, Ketua Dewan Pakar Soehendro Gautama, Ketua Dewan Penyantun Abraham Rudy Hartono, Sekretaris Umum Peng Suyoto, Dewan Penasihat Slamet Santosa (Tan Ham Kwan/HK), Ricky Suharlim, Hendryk Karlam, Dewan Pakar Dewi Susilo Budiharjo, Dewan Penyantun Tun Fendy Unggul, Dewan Kehormatan Hendra Yan Chandra, Liauw Se Siang, serta jajaran pengurus lainnya.


Hadir pula Ketua Harian I M. Johnnie Sugiarto, Ketua Harian II Djoni Toat, Wakil Ketua Umum Departemen Organisasi, Hukum, HAM dan Advokasi Johnny Situwanda, Wakil Ketua Umum Koordinator Wilayah Banten, DKI Jakarta dan Jawa Barat Henry Husada, Wakil Ketua Umum Koordinator Wilayah Pulau Kalimantan sekaligus Ketua PSMTI Provinsi Kalimantan Selatan Hiandrasyah The, Wakil Ketua Umum Departemen Koordinasi Ormas Tionghoa Tirtahadi Sendjaja, Wakil Ketua Umum Departemen Komunikasi, Informasi, Budaya dan Pariwisata Hasan Karman, Wakil Ketua Umum Departemen Olahraga Yap Tek Siang, Wakil Ketua Umum Departemen Hubungan Ormas dan Lintas Agama Serian Wijatno, Ketua Departemen UMKM dan Pangan Audy Lieke, Ketua Umum PERWANTI-PSMTI Helga Abraham, Wakil Sekretaris Umum Robert Edwin Jusuf, Lim Hendra Wirawan, Chandra Tambayong, Ferry Sunarto, Sinfa Liu, beserta jajaran pengurus lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Dudung didampingi oleh Plt Deputi II KSP Prof. Popy Rufaidah, Ph.D., Plt Deputi III KSP Dr. Yan Hiksas, serta tiga Staf Khusus KSP, yakni Letjen TNI (Purn.) Arif Rahman, Letjen TNI (Purn.) Alfred Denny Djoike Tuejeh, dan Mayjen TNI (Purn.) Prof. Dr. Budi Pramono.
Suasana diskusi berlangsung terbuka dan penuh keakraban. Berbagai persoalan yang menjadi perhatian masyarakat maupun kalangan dunia usaha dibahas dalam forum tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat kolaborasi antara pemerintah dan PSMTI dalam mendukung pembangunan nasional.
Sejumlah anggota PSMTI menyampaikan pandangan dan masukan terkait kondisi perekonomian nasional, kepastian hukum, sistem perpajakan, hingga perkembangan situasi politik di tingkat global, regional, maupun nasional yang dinilai memiliki pengaruh terhadap iklim investasi dan keberlangsungan dunia usaha di Indonesia.


Dudung menyampaikan apresiasinya atas komitmen PSMTI yang terus mendukung berbagai program pemerintah. Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan elemen masyarakat menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas nasional dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
“Pada dasarnya PSMTI mendukung penuh program pemerintah dan merapatkan barisan untuk senantiasa mendukung kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Bapak Presiden. Tentunya juga akan menjaga stabilitas nasional sehingga target Indonesia Emas 2045 dapat tercapai sesuai cita-cita bangsa,” katanya.
Dudung optimistis Indonesia mampu menghadapi berbagai tantangan yang muncul, baik dari dalam maupun luar negeri, selama seluruh elemen bangsa tetap menjaga persatuan.
“Mudah-mudahan ke depan, apa pun situasinya, baik global, regional, maupun nasional, kalau kita tetap utuh dan bersatu menghadapi berbagai tantangan, hambatan, dan berbagai pengaruh dari mana pun, saya yakin Indonesia akan semakin maju,”ucapnya.


Selain membahas isu kebangsaan, Dudung mengungkapkan bahwa PSMTI juga menyampaikan sejumlah masukan terkait kondisi ekonomi, termasuk persoalan perpajakan dan kastian hukum yang dinilai berdampak langsung terhadap dunia usaha.
“Masukan-masukan ini akan saya laporkan kepada Bapak Presiden dan tentu akan menjadi bahan pertimbangan beliau. Tidak hanya dari PSMTI, tetapi juga dari berbagai pelaku usaha lainnya yang menyampaikan aspirasi melalui program KSP Mendekat. Seluruhnya akan kami tampung, kami simpulkan, kemudian kami laporkan sehingga nantinya dapat ditindaklanjuti sesuai keputusan Bapak Presiden,” pungkas Dudung.
Sementara itu, Ketua Umum PSMTI Wilianto Tanta mengatakan forum tersebut menjadi momentum penting bagi organisasi untuk menyampaikan secara langsung berbagai pandangan dan aspirasi para pelaku usaha kepada pemerintah.


Menurutnya, sebagian besar anggota PSMTI merupakan pengusaha yang merasakan secara langsung dinamika ekonomi nasional maupun global. Oleh karena itu, berbagai masukan yang disampaikan diharapkan dapat menjadi referensi dalam perumusan kebijakan pemerintah agar semakin responsif terhadap kondisi di lapangan.
“Dalam pertemuan ini, PSMTI bersama KSP membahas situasi perekonomian saat ini yang menjadi perhatian berbagai kalangan. Sebagai organisasi Tionghoa Indonesia yang mayoritas anggotanya merupakan pelaku usaha dan pengusaha, kami merasakan langsung dinamika yang terjadi di lapangan. Karena itu, kami menyampaikan berbagai masukan dan pandangan yang diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan pemerintah,” ujar Wilianto.
Menurut Wilianto, meskipun pertemuan tersebut merupakan yang pertama bersama Dudung sejak menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan, hubungan komunikasi PSMTI dengan KSP telah terjalin sejak kepemimpinan kepala staf sebelumnya.
“Ini memang menjadi pertemuan pertama PSMTI dengan Bapak Dudung Abdurachman sebagai Kepala Staf Kepresidenan. Namun sebelumnya PSMTI juga rutin berdiskusi dengan Kepala Staf Kepresidenan terdahulu, mulai dari Bapak Moeldoko, Bapak Putranto, hingga Bapak Qodari. Jadi kami memang sudah cukup sering berdiskusi dan bertemu dengan siapa pun yang menjabat sebagai Kepala Staf Kepresidenan,” ujar Wilianto.


Wilainto menegaskan, komunikasi yang terus dibangun tersebut merupakan bentuk komitmen PSMTI untuk menjaga hubungan baik dengan pemerintah sekaligus menjadi wadah dalam menyampaikan berbagai pandangan dan aspirasi masyarakat, khususnya kalangan pelaku usaha.