Menpar Sebut Masyarakat Indonesia Siap Ladeni Persaingan Pariwisata Dunia

0
2c5c5128-0346-4bfc-9e72-5d7e39feebb5

Informasi yang berkaitan dengan pariwisata ditanyakan oleh Ketua Yayasan EL JOHN Indonesia Johnnie Sugiarto kepada Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya dalam wawancara eksklusif selama 30 menit yang ditayangkan di EL JOHN TV. Dalam wawancara yang dilangsungkan di Ruang Menteri Pariwisata di Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Senin, 18 September 2017 itu, ada informasi yang sangat penting yang disampaikan Menpar yakni soal Kesiapan Masyarakat Indonesia dalam mengikuti persaingan pariwisata dunia.

Terkait hal ini, Menpar mengatakan bahwa pertumbuhan pariwisata nasional kini sudah terus merangkak naik. Kini angka pertumbuhannya sudah mencapai  24 persen jauh meninggalkan pesaingnya di Asia Tenggara yakni Malaysia, Singapura dan Thailand. Ketiga negara itu angka pertumbuhan pariwisatanya hanya di angka satu digit, berbeda dengan Indonesia yang tembus dua digit.

“Jadi berita bagusnya itu, bahwa kita tumbuh hampir 24 persen jadi 23,53 persen. Berarti kita itu jauh lebih cepat jika dibandingkan regional dan global. Regional ASEAN tumbuh 6 persen, Global tumbuh 6 persen artinya kita 4 kali lebih cepat tumbuhnya dibandingkan ASEAN dan Global. Sementara Singapura, Thailand, Malaysia,  mereka rata-rata sampai semester satu tumbuh kurang dari 5 persen kita jauh lebih cepat,” kata Menpar.

Lantas dengan pertumbuhan yang begitu cepat apakah masyarakat Indonesia sudap siap untuk bersaing, Menpar pun menyatakan dengan tegas  sangat siap. Menpar menjelaskan  ada tiga hal yang dipersiapkan pemerintah untuk terus menumbuhkan pariwisata nasional. Yang pertama adalah bagaimana pemasarannya. Pemasaran menjadi unsur penting untuk memberitahu kepada dunia destinasi wisata unggulan  yang ada di Indonesia.

“Kemudian yang kedua adalah terus mengembangkan destinasi yang poluler. Diketahui saat ini pemerintah sedang menggalakan pembangunan di 10 destinasi prioritas atau yang disebut dengan 10 Bali baru.  Dan yang terakhir adalah mensertifikasi masyarakat agar siap bersaing di dunia pariwisata.

“Sekarang belum ada masyarakat yang tau kita dari 125 ribu orang yang kita sertifikasi  itu ditingkat asean, sekarang sudah menjadi  500 ribu orang  jadi naik 4 kali lipat.  Jadi bahasa sederhananya, kita sertifikasi anak-anak Indonesia agar mampu bersaing minimal di tingkat regional, di tingkat ASEAN itu yang kita lakukan,” ungkap Menpar.

Dengan angka itu maka masyarakat Indonesia sudah siap dengan kompetisi di dunia pariwisata khususnya di tingkat ASEAN.  Bukan hanya itu saja, bukti lain yang menunjukan kesiapan masyarakat Indonesia adalah  30 persen lulusan sekolah tinggi pariwisata sudah dikontrak oleh perusahaan luar negeri.

“Perlu kita ketahui lulusan sekolah tinggi pariwisata yang dibawah Kemenpar itu 30 persen diserap oleh luar negeri. Nah ini memang ada paradoks disini. Kita membutuhkan orang tapi lulusan kita ditarik di luar negeri. Tapi yang ingin saya ceritakan saya ingin mengatakan bahwa mutu lulusan perguruan tinggi kita itu sudah diterima di luar negeri bahkan NHI Bandung 40 persen lulusannya kerja di luar negeri,” tutup Menpar.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *