Menpar Ingin Wisatawan Tiongkok Nikmati Destinasi Lain Selain Bali
Wisatawan asal Tiongkok menjadi salah satu wisatawan terbanyak yang mengunjungi Indonesia. Data dari Badan Pusat Statistik ( BPS) menyebutkan bahwa hampir setiap bulan jumlah wisatawan Tiongkok menjadi raja dalam kunjungannya ke Indonesia. Bulan Juni 2017, jumlah wisatawan Tingkok yang dicatat BPS mencapai 160,2 ribu kunjungan menglahkan Australia, Singapura, Malaysia dan Jepang. Tak hanya di bulan Juni, dibulan Juli 2017 juga mengalami hal yang serupa yakni jumlah kunjungan wisatawan asal negeri tirai bambu itu tembus ke angka 214,5 ribu orang atau naik 21,57 persen dibandingkan di bulan Juni 2017. Para wisatawan Tiongkok ini lebih memilih Bali sebagai tujuan utamanya.
Atas dasar inilah Ketua Yayasan EL JOHN Indonesia Johnnie Sugiarto menanyakan kepada Menteri Pariwisata (Menpar) yang dikemas dalam sesi wawancara eksklusif bersama Menpar di Ruang Menteri Pariwisata, Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Jakarta, Senin, 11 September 2017. Menpar pun membenarkan belakangan ini kunjungan wisatawan Tiongkok ke Indonesia menduduki rangking pertama dibandingkan wisatawan dari negara lain dan sebagian besar memilih Bali untuk menghabiskan liburannya
Namun kini mindset itu dirubah, agar destinasi lainnya yang tak kalah dengan Bali juga dikunjungi wisatawan Tiongkok. Ada cara yang pernah dilakukan Kemenpar yakni menawarkan paket wisata dengan dua destinasi yakni Bali dan destinasi yang menarik lainnya di Indonesia dan cara itu pun berhasil hingga sekarang sudah banyak wisatawan Tiongkok yang merasakan keindahan destinasi lain di luar Bali.
“Jika anda ke Bali akan dapat bonus ke Manado. Manado jadi dikunjungi wisatawan karena sangat berhasil menggunakan strategi ini. Waktu itu hanya bonusnya tapi sekarang wisatawan Tiongkok sudah mau direct ke Manado. Untuk destinasi baru segera kita buka, jadi yang pertama Belitung jadi Belitung itu ada direct flight. Sebetulnya direct flight yang langsung ada dari Singapur tetapi kita menjualnya tidak begitu,” kata Menpar
“Kita menjualnya travel agent yang di Tiongkok kita tawarkan via Singapur dulu. Nanti baru ke Indonesia. Nanti kalo mereka senang itu langsung terbang.Lalu di Bintan sudah banyak flight langsung dari Tiongkok. Lalu ke Batan mereka juga sudah senang datang pake carter flight dari Tiongkok ke Batan,” tambah Menpar.
Menurut Menpar kerjasama dengan agen perjalanan bukan semata-mata untuk menarik jumlah kunjungan wisatawan Tiongkok, meskipun itu tujuan utama namun ada yang tak kalah pentingnya agar kerjasama tetap berlanjut yakni memberikan bonus kepada setiap agen perjalanan yang mempromosikan destinasi baru kepada wisatawan mancanegara.
“Tapi pointnya saya katakana kita akan membuka destinasi baru mempromosikan, memberikan insentif bagi group tour yang menuju ke destinasi-destinasi baru,” ungkap Menpar.