Presiden Resmi Buka Trade Expo Indonesia 2017
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) resmi membuka Pameran dagang skala internasional terbesar di Indonesia, Trade Expo Indonesia (TEI) 2017 di Indonesia Convention Exhibition Bumi Serpong Damai (ICE BSD), Tangerang, Banten, Rabu, 11 Oktober 2017. Pembukaan ditandai dengan penabuhan bedug oleh Presiden Jokowi didampingi Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita dan Waketum Kadin bidang UMKM dan Koperasi M Lutfi.
Dalam sambutannya, Jokowi merasa bangga ada kenaikan peringkat indeks daya saing Indonesia yang sebelumnya di posisi 41 kini menjadi posisi 36. Menurut Jokowi peningkatan daya saing itu, merupakan buah yang dihasilkan dari pembangunan infrastruktur dan konektivitas selama tiga tahun terakhir. Pembangunan itu juga ditegaskan tidak lepas dari peran swasta.
Jokowi menilai peringkat daya saing Indonesia yang meningkat harus disikapi dengan optimistis, sehingga perdagangan Indonesia bisa menjadi salah satu motor penggerak perekonomian Indonesia. “Karena memang kunci pertumbuhan ekonomi ada dua, yaitu ekspor dan investasi yang harus naik. Tanpa dua hal itu, tidak mungkin pertumbuhan kita akan ikut meningkat,” imbuh dia.
Selain itu, sambung dia, kualitas produk juga harus dijaga dan ditingkatkan. Demikian pula ongkos produksi harus diperhatikan, agar produk yang dihasilkan Indonesia mampu bersaing dengan produk sejenis buatan luar negeri.
TEI yang ke 32 ini digelar selama lima hari yakni dari tanggal 11 hingga 15 Oktober 2017. Kali ini TEI mengambil tema ““Global Partner for Sustainable Resources”. Menurut Mendag, panitia TEI telah menjadwalkan sekitar 33 penandatanganan kontrak dagang buying mission selama TEI berlangsung. Kontrak dagang berasal antara lain dari Arab Saudi, Malaysia, Mesir, Australia, Thailand, India, Brasil, Inggris dan Amerika Serikat.
Perkiraan total nilai kontrak dagang adalah sekitar USD 223,23 juta. Untuk penandatanganan hari pertama, kontrak dagang tercatat senilai USD 16,07 juta. Pada hari kedua, kontrak dagang membukukan nilai transaksi USD 154,82 juta. Sementara itu, pada hari ketiga perkiraan nilai kontrak sebesar USD 47,25 juta, dan pada hari keempat USD 5,10 juta.
TEI 2017 menempati lahan pameran seluas 15.000 m 2 , cukup untuk menampung peserta pameran yang mencapai 1.089 perusahaan nasional. Peserta pameran merupakan produsen, eksportir serta pemasok produk dan jasa terbaik dari Indonesia, mulai dari produk manufaktur, pertambangan, industri strategis, hingga kerajinan.
Pada pembukaan TEI 2017 ini, Pemerintah memberikan apresiasi kepada eksportir berprestasi dalam bentuk Penghargaan Primaniyarta kepada 22 perusahaan yang giat melakukan ekspor. Sementara itu, Pemerintah juga akan memberikan penghargaan Primaduta kepada 33 buyers mancanegara yang loyal membeli produk-produk Indonesia, serta satu kategori buyer inspiratif dari Australia.
