Disparbud Dorong Industri Pariwisata Bogor Miliki Sertifikat Usaha Pariwisata

0
seminardisparbud44

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor Shahlan Rasyidi, mendorong agar industri pariwisata di kota Bogor, untuk memiliki sertifikat usaha pariwisata. Hal itu penting dilakukan, karena untuk meningkatkan mutu produk, pelayanan dan pengelolaan usaha pariwisata melalui penilaian kesesuaian standar usaha.  Jika sertifikat sudah dimiliki, Shahlan optimis kunjungan wisatawan akan meningkat  serta dapat menumbuhkan  perekonomian daerah.

Hal tersebut disampaikan Shahlan saat membuka Seminar Penyegaran Kepariwisataan tentang Usaha Jasa Sarana Pariwisata di Hotel Permata, Jalan Pajajaran, Bogor Tengah, Kota Bogor, Kamis, 26 Oktober 2017 lalu.

Shalan pun tak memungkiri di era globalisasi seperti ini, banyak industri pariwisata seperti  perhotelan, restoran, tempat hiburan, pramuwisata, agen perjalanan, hingga obyek wisata berkembang dengan sangat pesat. Kondisi ini tak lepas dari  imbas dimilikinya sertifikat usaha pariwisata oleh para pelaku industri.

Menurut Shalan, sertifikasi pariwisata merupakan amanat dari  pemerintah yang dituangkan ke dalam bentuk Undang-undang dan  peraturan. ““Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pariwisata sudah menginstruksikan melalui Undang-Undang dan Peraturan Pemerintah serta Peraturan Menteri Pariwisata, bahwa setiap pelaku usaha pariwisata wajib menerapkan standar usaha pariwisata dalam menjalankan usaha pariwisatanya,” jelas Shahlan.

Tidak hanya wajib menerapkan standar usaha pariwisata, Shahlan juga menyebutkan jika para pelaku usaha pariwisata pun diharuskan melakukan sertifikasi untuk mendapatkan sertifikasi usaha pariwisata.

“Hal ini (sertifikasi usaha pariwisata, red) ditujukan untuk meningkatkan kualitas produk, pelayanan, dan pengelolaan kapariwisataan produktivitas usaha pariwisata,” tambahnya.

Sementara itu, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya pernah mengatakan sertifikasi usaha pariwisata menjadi kebutuhan mendesak karena Presiden Jokowi telah mentapkan pariwisata sebagai core economy bangsa. “Kita harus mengkalibrasi dengan standar mutu internasional. Jika ingin menjadi global player, kita juga harus berani menggunakan global standart,” ujar Menpar.

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *