day2_2

Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Lagos terus berupaya menggenjot peningkatan ekspor ke Nigeria dan kawasan Afrika Barat. Kali ini melalui partisipasi dalam Medic West Africa & Medlab West Africa Exhibition (MWA) yang merupakan pameran alatalat dan produk kesehatan terbesar di Afrika Barat. Pameran MWA digelar pada 11-13 Oktober 2017 lalu di Landmark Center, Water Corporation Road, Victoria Island, Lagos, Nigeria.

“MWA merupakan sarana promosi produk peralatan farmasi dan medis Indonesia. Selain itu, pameran ini merupakan ajang pertemuan antara produsen peralatan farmasi dan medis Indonesia dengan konsumen di Nigeria dan Afrika Barat,” ujar Kepala ITPC Lagos Nino W. Setiawan.

Pada pameran ini, ITPC Lagos memfasilitasi empat perusahaan Indonesia. Salah satunya, PT PIM Pharmaceutical yang memamerkan seluruh line produksi untuk produk obat etikal, yang berupa sirup, tablet, kaplet, dan bubuk. Selain itu, produk herbal berbentuk bubuk dan minuman kaleng kurkuma (senyawa/zat aktif yang terdapat pada kunyit), serta permen energi yang baru diluncurkan di Jerman.

Selain itu, ada juga PT Kimia Farma yang mempromosikan produk obat-obatan etikal, seperti bedak salicyl, pembersih dan pemutih wajah, minyak kayu putih, sabun cair, aromatherapy, dan obat pereda sakit maag.

Dua perusahaan lain yang turut berpartisipasi yaitu PT Dexa Medica yang menampilkan produk obat pereda sakit kepala dan sirup penambah imunitas anak serta PT Tempo Scan Pasific Indonesia yang mempromosikan obat pereda sakit kepala. Kedua perusahaan ini telah memiliki basis operasi di Nigeria.

Saat ini PT Dex Medica berhasil memasarkan obat sakit kepala ke Nigeria sebesar USD 3,6 juta per tahun. Sedangkan PT Tempo Scan Pasific Indonesia berhasil memasarkan produk sejenis ke Nigeria sebesar USD 2,4 juta per tahun.

“Para peserta pameran asal Indonesia ini mendapatkan tempat seluas 18 m2 , fasilitas booth, penjemputan/transportasi, kunjungan pasar, dan penginapan menggunakan tarif khusus ITPC Lagos,” kata Nino.

MWA menghadirkan sekitar 280 ekshibitor lokal maupun internasional yang berasal lebih dari 25 negara, yaitu Afrika Selatan, Benin, Belanda, Brasil, China, Finlandia, Kanada, Korea Selatan, Mesir, Prancis, Jerman, Hong Kong, India, Italia, Malaysia, Arab Saudi, Jepang, Kenya, Libanon, Belanda, Nigeria, Spanyol, Taiwan, Turki, United Emirat Arab, Inggris, dan Amerika Serikat.

“Dengan berpartisipasi pada pameran ini, produk-produk peralatan farmasi dan medis dari Indonesia memiliki peluang mendapatkan buyer atau distributor. Selain itu, para eksportir Indonesia diharapkan dapat terus mengembangkan produknya dan masuk ke pasar Nigeria serta Afrika Barat,” jelas Nino.

Pameran yang diselenggarakan Informa Life Sciences Exhibitions ini diperkirakan dikunjungi lebih dari 4200 orang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *