Indonesia Raup USD 5,3 Juta pada Pameran JITF 2017 di Arab Saudi
Indonesia sukses membukukan transaksi senilai USD 5,3 juta di pameran Jeddah International Trade Fair (JITF 2017) yang berlangsung pada 20-23 November 2017, di Jeddah, Arab Saudi. Nilai ini meningkat 79% dibandingkan transaksi yang diperoleh Indonesia pada tahun sebelumnya, yaitu senilai USD 2,9 juta. Hal ini disampaikan Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Jeddah Gunawan yang juga merupakan anggota Tim Ekonomi dan Perdagangan KJRI Jeddah.
“Walaupun JITF 2017 sempat ditutup selama satu hari dikarenakan banjir, Indonesia tetap sukses meraih transaksi senilai USD 5,3 juta di pameran ini,” jelas Gunawan dalam siaran persnya yang diterima Redaksi EL JOHN News.
Pada pameran ini, lanjut Gunawan, Indonesia menghadirkan lebih dari 15 perusahaan besar dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang aktif. Produk yang ditampilkan di antaranya produk arang, tekstil dan produk tekstil, bahan bangunan, gaharu, bulu mata sintetis, gula aren, minuman vitamin Y-C 1000, kopi, makanan dan minuman olahan, serta aneka kerajinan kulit khas dari Cirebon, Jawa Barat.
Pameran JITC 2017 ini adalah pameran tahunan multisektoral. Pameran ini merupakan salah satu jalur utama bagi perusahaan-perusahaan di dunia, termasuk Indonesia, untuk masuk pasar Arab Saudi.
“Para pengusaha yang mengikuti pameran ini berpeluang besar mendapatkan agensi, distributor, dealer, serta usaha patungan melalui skema kerja sama internasional. Selain itu, dapat mengembangkan bisnis di wilayah Arab Saudi, negara Gulf Cooperation Council (GCC), serta pasar Afrika,” jelas Gunawan.
JITF 2017 diikuti lebih dari 160 perusahaan dari negara di Asia dan Afrika yaitu China, Mesir, Maroko, Indonesia, Arab Saudi, India, dan Uni Emirat Arab (UEA). Pameran JITF 2017 dibuka oleh Sekretaris Jenderal Kadin Jeddah Hassan Ibrahim Dahlan. Pada saat pembukaan JITF 2017, Hassan menyempatkan diri mengunjungi booth peserta pameran dari berbagai negara.
Pada saat mengunjungi booth Indonesia, Hassan terlihat antusias menanyakan komoditas produk Indonesia kepada Konsul Jenderal R.I Jeddah M. Hery Saripudin.
Tim Ekonomi dan Perdagangan KJRI membuat acara tambahan hingga 26 November 2017 berupa ramah tamah dengan Konsul Jenderal R.I Jeddah, pertemuan bisnis, dan business matching.
