Keselamatan Penumpang Jadi Prioritas, KAI Tegaskan Tidak Ada Perbedaan Gender

0
Menelusuri-Jejak-Sejarah-Kereta-Api-Indonesia-Bersama-PT-KAI (1)

Rangkaian kereta api dalam perjalanan (Foto: KAI)

El John News, Jakarta-PT Kereta Api Indonesia (KAI) menegaskan komitmennya terhadap keselamatan penumpang sebagai prioritas utama yang tidak dapat ditawar. Penegasan ini disampaikan Direktur Utama Bobby Rasyidin menyusul insiden kecelakaan kereta api di kawasan Bekasi Timur.

Menurut Bobby, KAI memastikan tidak ada perbedaan standar keselamatan bagi seluruh pengguna jasa, baik laki-laki maupun perempuan. Seluruh sistem pengamanan dan prosedur keselamatan diterapkan secara merata di setiap rangkaian kereta.

“Keselamatan adalah prioritas utama kami. Tidak ada toleransi sama sekali untuk menurunkan tingkat keselamatan pelanggan, baik laki-laki maupun perempuan,” tegas Bobby di Stasiun Bekasi Timur, Rabu (29/4).

Ia juga menanggapi usulan dari Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Arifah Fauzi, terkait pemindahan posisi gerbong khusus perempuan ke bagian tengah rangkaian KRL. Menurutnya, pengaturan posisi gerbong tidak berkaitan langsung dengan aspek keselamatan.

Bobby menjelaskan bahwa penempatan gerbong perempuan selama ini lebih ditujukan untuk memberikan kemudahan akses serta kenyamanan bagi penumpang wanita, bukan sebagai faktor penentu tingkat keamanan.

“Penempatan laki-laki dan perempuan itu lebih kepada kenyamanan dan kemudahan akses. Namun, dari sisi keselamatan, seluruh gerbong memiliki standar yang sama,” jelasnya.

KAI juga memastikan bahwa seluruh area kereta dilengkapi protokol keselamatan yang ketat tanpa memandang posisi gerbong dalam rangkaian maupun perbedaan gender penumpang.

Lebih lanjut, perusahaan menegaskan tidak akan memberikan kompromi terhadap aspek keselamatan dalam operasional kereta api. Setiap potensi risiko akan ditangani dengan standar yang sama demi melindungi seluruh pengguna jasa.

Insiden kecelakaan sendiri terjadi pada Senin malam (27/4), melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek di kawasan Stasiun Bekasi Timur. Peristiwa bermula ketika sebuah taksi listrik milik operator Green SM terhenti di perlintasan sebidang, sehingga tertabrak rangkaian KRL relasi Bekasi–Cikarang.

Akibat kejadian tersebut, perjalanan KRL terganggu dan rangkaian kereta harus dievakuasi. Operasional KRL pun sempat dialihkan dengan status perjalanan luar biasa di luar jadwal reguler.

KAI menegaskan akan terus meningkatkan pengawasan dan evaluasi keselamatan guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *