Rakor Danau Toba dan Borobudur, Menko Luhut Pandjaitan Makin Optimistis

0
WhatsApp Image 2018-01-10 at 13.20.41

Menko Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan makin optimis, di Rakor Dewan Pengarah Badan Otorita Pariwisata Danau Toba dan Badan Otorita Borobudur, 10 Januari 2018. Didampingi Menpar Arief Yahya, Menkomar memaparkan sukses pertumbuhan jumlah wisman Indonesia dibandingkan dengan regional maupun global.

Itu sekaligus memperkuat komitmen pemerintah, bahwa pariwisata pantas dijadikan core economy dan leading sector ke depan. Ini juga mempertegas statement Menpar Arief Yahya, bahwa hanya pariwisata yang membuat Indonesia menjadi yang terhebat di dunia.

“Pariwisata adalah cara yang paling cepat, mudah dan murah untuk menghasilkan PDB, Devisa dan Tenaga Kerja!” ungkap Menpar Arief Yahya di berbagai forum sejak tiga tahun silam.

Rakor di Kampus IT Del, Tobasa itu, semakin meyakinkan. Bahkan Menko Luhut juga memaparkan proyeksi The World Economic Forum dan Pricewater- House Coopers yang memotret ekonomi Indonesia di 2030. Indonesia akan memiliki GDP (Gross Domestic Product) di peringkat 5 dunia, yakni sebesar USD5,424 Triliun.

Angka ini, menurut Luhut Pandjaitan, sudah berada di atas GDP negara maju saat ini, Jerman atau Prancis. Nomor 1 adalah Tiongkok dengan USD38,008 triliun, sedangkan di posisi kedua adalah Amerika Serikat dengan USD23,475 triliun.

“Kita sedang bergerak ke sana. Program pemerintah sudah on track, mulai pembangunan infrastruktur di kota maupun pedesaan, penyaluran dana desa, pengembangan pertanian, program Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, sampai Kartu Simpanan Keluarga Sejahtera,” sebut Menkomar.

“Indonesia merupakan salah satu mesin pertumbuhan ekonomi dunia, dengan kontribusi 2,5%. Dalam 3 tahun ke depan, diperkirakan ekonomi global sebesar USD75 Triliun akan tumbuh USD6.5 Triliun,” lanjutnya.

Dia mengundang investasi di Indonesia. Saat inilah pertumbuhan ekonomi di Indonesia stabil dalam sepuluh terakhir ini. Investment grade oleh perusahaan ternama, dan ekonomi terbesar kelima di dunia pada tahun 2030.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *