Merasakan olahan susu Khas Batak
Susu yang merupakan salah satu sumber gizi yang baik bagi anda, tidak hanya untuk anak kecil saja tapi untuk anda yang sudah dewasa juga memiliki banyak manfaat. Kita mengatahui kalau keju merupakan salah satu hasil lain dari susu. Biasanya keju yang di gunakna untuk membuat kue atau menemani anda saat sarapan dengan roti, nah yang ini ada yang lain dari Sumatera Utara. Kalau adna berkunjung ke Danau Toba mungkin anda bisa merasakan niikmatnya kuliner yang berbahan dari susu ini. Susu yang digunakan bukan dari sapi tapi dari kerbau loh, untuk kuliner ini di sebut dengan dali ni horbo atau bagot ni horbo (bagot = susu, horbo= kerbau).
Susu kerbau sebenarnya bisa langsung dikonsumsi dengan hanya direbus, atau dimasak dengan diarsik yaitu memasak dengan bumbu seperti bawang Rambu (bawang Batak), cabai, daun ubi/singkong, garam dan sedikit Andaliman (merica Batak) dimasak sampai air mengering. Susu kerbau diambil dari induk kerbau betina yang memiliki bayi kerbau berumur 1 bulan. Pemerahan kerbau untuk mengambil susunya, dilakukan sekitar jam 6 pagi hari, hal ini dimaksudkan agar anak kerbau tidak terganggu dari kebiasaan menyusui. Banyaknya susu yang dapat diperah dari seekor induk kerbau rata-rata 2 liter perhari, sebenarnya kalau optimal bisa mencapai 3 – 4 liter perhari, tetapi pertimbangan untuk kebutuhan anak kerbau kita hanya perah sekitar 2 liter perharinya dari setiap induk kerbau. Sebelum susu kerbau diperah, terlebih dahulu puting susu dibersihkan dengan air hangat, hal ini dimaksudkan untuk menjaga kerbersihan susu, serta merangsang puting susu.
Seekor induk kerbau dapat diperah susunya hingga 5 bulan, akan tetapi anak kerbau mengkonsumsi susu induknya bisa sampai 8 bulan. Dibulan ke 6 pasca melahirkan kualitas susu sudah tidak layak untuk dikonsumsi manusia. Untuk menambah kualitasdan kuantitas susu, induk kerbau diberikan makanan tambahan yakni ubi jalar dan dedak lalu diaduk dengan garam secukupnya serta dicampur dengan beberapa jenis vitamin. Untuk menstrerilkan susu biasa direbus kurang lebih 10 menit kemudian menambahkan air nenas untuk membantu pengentalan/pembekuan susu serta menghilangkan aroma amis susu, sering juga ditambahkan air perasaan daun papaya untuk menambahkan rasa pada susu kerbau. Dali juga bisa dicampurkan dengan air perasan daun pepaya.
Orang yang belum familiar dengan panganan ini sering menyebutnya seperti tekstur keju karena proses pebuatannya seperti keju. Terutama para pengunjung yang berasal dari luar Indonesia, mereka kadang bingung dengan panganan yang satu ini. Mereka kerap menyamakannya dengan keju dari Belanda dan menyebutnya dengan Keju Batak. Konon menurut ceritanya, tradisi mengolah susu kerbau menjadi dali sudah dimulai oleh leluhur orang Batak semenjak adanya komunitas Batak. Pada setiap rumah makan khas Batak, dali menjadi menu utama.
Kandungan gizi pada dali secara umum tidak berbeda dengan kandungan gizi susu lainnya seperti lemak, karbohidrat dan protein. Hanya berbeda pada pengolahannya, dali diolah dengan sederhana dan menggunakan peralatan tradisional dan tidak menggunakan unsur kimia. Untuk mencicipinya anda cukup mengeluarkan uang 10 ribu sampai 20 ribu, cukup murah untuk makanan bergizi nikmat serta kaya nutrisi. Jadi kita tidak kalah nih dengan negara yang menghasilkan keju, toh kita juga mempunyai keju yang khas dengan negara ini. Sekarang anda makin penasaran dengan bagaimana rasanya bukan ? jadi tunggu apalagi silahkan langsung ke tempatnya dan nikmatin keju ala Batak.

