Potensi Budidaya Rumput Laut di NTT Mencapai 51.000 Hektare

0
18439_36423_Rumput_Laut

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Nusa Tenggara Timur Ganef Wurgiyanto mengatakan budi daya rumput laut di provinsi itu baru dikelola 15 persen dari potensi yang mencapai lebih dari 51.000 hektare.

“Kita baru bisa mengelola 15 persen terutama jenis euchema cottoni dan gracilaria,” kata Ganef Wurgiyanto di Kupang, Rabu (7/3/2018).

Ia mengatakan, budi daya rumput laut yang ada menyebar di berbagai daerah seperti Kabupaten Kupang, Sabu Raijua, Rote Ndao, Alor, Lembata.

Selain itu juga ada di sejumlah daerah di Pulau Flores seperti Kabupaten Flores Timur, Sikka, Manggarai Barat maupun di Kabupaten Sumba Timur, Pulau Sumba.

Namun ada beberapa daerah yang hasil budi daya rumput lautnya belum menonjol seperti Kabupaten Belu, Malaka, Timor Tengah Utara, Timor Tengah Selatan, dan Kota Kupang.

Menurut mantan Kepala Bidang Perikanan Tangkap DKP NTT itu, potensi rumput laut di setiap daerah provinsi kepulauan ini cukup memadai, namun tingkat pemanfaatannya masih belum merata.

Ia menyebut, salah satu daerah yang cukup potensial yaitu Kabupaten Kupang yang memiliki produksi pada 2016 mencapai 860.379 ton dengan nilai lebih dari Rp4,3 miliar.

Menurutnya, rumput laut merupakan salah satu produk unggulan kelautan di provinsi setempat, untuk itu pihaknya terus mendorong dan berupaya memfasilitasi minat masyarakat untuk mulai berproduksi.

“Kami berharap upaya yang sama juga dilakukan pemerintah masing-masing kabupaten/kota agar dari waktu ke waktu semakin banyak masyarakat melirik budid aya rumput laut,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *