Bahlil Pastikan Harga LPG Subsidi Tak Naik di Tengah Gejolak Global

0
ad409a61-87de-43a6-ab24-acf33e1e67e4

Ilustrasi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia pastikan harga gas 3 kilo tidak naik (Foto: Generated AI)

El John News, Jakarta-Pemerintah memastikan harga LPG 3 kilogram tetap stabil meskipun harga gas nonsubsidi mengalami kenaikan signifikan. Kepastian ini disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia yang menegaskan bahwa harga gas bersubsidi tidak mengalami perubahan sejak pertama kali diterapkan.

Menurut Bahlil, pemerintah konsisten menjaga harga LPG 3 kg demi melindungi daya beli masyarakat, terutama kelompok berpenghasilan rendah. “Sejak LPG diterapkan tahun 2006–2007, sampai sekarang belum pernah kita naikkan harga dari pemerintah,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa apabila masyarakat menemukan harga LPG 3 kg yang lebih tinggi di lapangan, hal tersebut bukan merupakan kebijakan resmi pemerintah. “Yang ada itu dimainkan harganya di distributor dan pangkalan,” kata Bahlil.

Pemerintah pun mengakui bahwa persoalan utama terletak pada tata kelola distribusi yang belum sepenuhnya optimal. Upaya pembenahan sebenarnya sempat dilakukan pada awal 2025, namun menimbulkan gejolak di masyarakat.

“Waktu itu saya mau tata agar yang menerima subsidi benar-benar yang berhak, dengan harga sesuai yang ditetapkan,” jelasnya.

Bahlil menyebut harga resmi LPG subsidi seharusnya berada di kisaran Rp17 ribu hingga Rp18 ribu per tabung. Namun dalam praktiknya, harga di tingkat konsumen sempat melambung hingga Rp25 ribu akibat distribusi yang tidak tertib.

“Harga subsidi harusnya sampai ke rakyat, tapi ada yang menjual lebih tinggi. Begitu mau ditertibkan, muncul berbagai reaksi,” tambahnya.

Ke depan, pemerintah akan terus berupaya memperbaiki sistem distribusi agar LPG subsidi tepat sasaran dan harga yang diterima masyarakat sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *