Gubsu Minta TP PKK Sumut Bersiap dalam Pameran Inacraft
Gubsu, Tengku Erry Nuradi meminta TP PKK provinsi serta PKK Kabupaten/Kota se-Sumut menyiapkan produk-produk kerajinan andalan untuk diikutsertakan dalam pameran Inacraft 25-29 April 2018 di Jakarta.
“Dalam beberapa waktu ke depan, Sumut akan menjadi tuan rumah pelaksanaan International Handicraft Trade Fair (Inacraft) 2018, yakni pameran kerajinan tangan terbesar. Matangkan dan persiapkan dengan baik produk kerajinan andalan kita,” kata Erry dihadapan pengurus PKK se-Sumut dalam acara pembukaan Rapat Konsolidasi Daerah (Rakonda) TP PKK se-Sumut di Medan, kemarin.
Dia juga mengapresiasi atas peran serta TP-PKK provinsi dan kabupaten/kota sebagai mitra pemerintah dalam keluarga, khususnya para ibu sangat penting sebagai pendidik utama dan terutama dalam proses pendidikan. Sehingga dapat menanamkan nilai-nilai serta memunculkan karakter kebangsaan pada anak.
“Kegiatan ini sangat penting dalam mereview (melihat kembali) apa-apa saja yang sudah dikerjakan. Karenanya untuk meningkatkan fungsi dan peran TP-PKK di tahun-tahun mendatang. Kami meminta perhatian OPD agar lebih meningkatkan motivasi, koordinasi dan kemitraan dengan TP PKK sebagai lembaga kemasyarakatan yang merupakan inti dalam proses pemberdayaan masyarakat yang dimulai dari keluarga,” sebutnya.
Ketua TP-PKK Sumut, Evi Diana Sitorus yang menyampaikan pesan Ketua Umum TP-PKK (Pusat), dr Erni Guntarti Tjahyo Kumolo, berharap seluruh jajarannya saling bahu membahu dengan segenap komponen masyarakat untuk memberikan pemahaman dan kesadaran kepada seluruh keluarga. Bahwa kondisi aman, nyaman, tentram dan damai pada dasarnya dimulai dari keluarga dan lingkungan.
“Makna mendalam dari tema peringatan HKG PKK ke-46 tahun ini adalah Kerukunan Dalam Keluarga dan Lingkungan untuk Wujudkan Indonesia Damai. Karena itu mengingatkan kita, keluarga adalah benten utama dan pertama terciptanya kondisi yang baik,” katanya.
Evi pun menyadari pelaksanaan tema dimaksud tidak dapat dilaksanakan sendiri oleh TP-PKK. Karenanya ia mengimbau jajarannya mengambil inisiatif untuk mendayagunakan potensi kearifan lokal, antara lain dengan melibatkan peranan tokoh adat, tokoh masyarakat, pemuka agama, unsur cerdik pandai, guru dan lainnya. Hal ini untuk memberikan penyuluhan kepada maysarakat, bahwa kerukunan inter dan antar keluarga itu merupakan keniscayaan dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
“Momentum ini juga sebagai bagian dari upaya menjaga bangsa karena pada tahun ini dan 2019 mendatang, banyak disebut sebagai tahun politik. Karena itu segenap jajaran TP-PKK perlu menjaga suasana kebersamaan dan menciptakan kerukunan dalam kondisi apapun juga, tanpa harus terlibat langsung dalam politik praktis,” sebutnya.
