Mulai April 2026, Beli Dolar Tak Bisa Sembarangan

0
ecab1f1e-38a2-42b3-95fe-2f35d1c2e1fd

Ilustrasi Bank Indonesia batasi beli Dollar AS maksimal 50.000 US Dollar perbulan (Foto: Generated AI)

El John News, Jakarta-Bank Indonesia (BI) resmi mengeluarkan kebijakan baru di pasar valuta asing dengan menurunkan batas pembelian tunai dolar Amerika Serikat (AS). Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah dinamika global.

Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan bahwa kebijakan tersebut akan mulai berlaku pada April 2026 dan merupakan penguatan terhadap pengaturan transaksi valas di pasar domestik.

“Memperkuat kebijakan transaksi pasar valas yang akan mulai berlaku April 2026 guna mendukung stabilitas nilai tukar rupiah,” kata Perry dalam konferensi pers usai Rapat Dewan Gubernur, Selasa (17/3/2026).

Dalam aturan terbaru ini, BI menurunkan batas pembelian tunai valas dari sebelumnya sebesar US$100 ribu menjadi US$50 ribu per pelaku per bulan. Penyesuaian ini diharapkan dapat membantu mengendalikan permintaan valuta asing secara lebih terukur.

Selain itu, BI juga memberikan pelonggaran pada instrumen transaksi lainnya. Batas transaksi Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) atau forward dinaikkan dari US$5 juta menjadi US$10 juta per transaksi. Hal serupa juga berlaku pada transaksi swap yang kini memiliki batas baru sebesar US$10 juta per transaksi.

Kepala Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso menegaskan bahwa pembelian tunai di atas batas yang ditetapkan tetap dimungkinkan, selama disertai dokumen pendukung.

Ia menjelaskan, kebijakan ini dirancang dengan mempertimbangkan perkembangan nilai tukar serta pola transaksi valas di dalam negeri. Tujuannya untuk menjaga keseimbangan pasar sekaligus memastikan aktivitas valas tetap berjalan sehat dan efisien.

Penyesuaian threshold ini bukan hal baru bagi BI. Secara historis, bank sentral kerap melakukan perubahan kebijakan seiring perkembangan kondisi ekonomi global dan domestik.

Langkah tersebut menjadi bagian dari pendekatan adaptif BI dalam merespons dinamika pasar keuangan, sekaligus menjaga stabilitas sistem moneter nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *