Indeks Pembangunan Manusia di Sulsel ke Arah Positif
Badan Pusat Statistik Sulawesi Selatan merilis Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Sulsel pada tahun 2017 meningkat 0,58 poin atau pada posisi 70,34 dibandingkan IPM Sulsel pada tahun 2016.
Kepala BPS Sulsel Nursam Salam menjelaskan ada sejumlah faktor yang membuat peningkatan IPM di Sulsel pada tahun 2017 terjadi, diantaranya karena tingkat peluang hidup bagi bayi yang baru lahir hingga 69,84. Selain itu, peluang bagi anak-anak untuk mengenyam pendidikan Sekolah Dasar (SD) juga mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2016.
“Sementara untuk penduduk berusia 25 tahun yang telah menyelesaikan pendidikan di tingkat perguruan tinggi juga mengalami peningkatan sebesar 0,20 tahun jika dibandingkan tahun sebelumnya,” paparnya di kantor BPS Sulsel, Senin (16/4).
Lebih lanjut Nursam menuturkan, peningkatan IPM Sulsel pada tahun 2017 dikarenakan peningkatan pengeluran per kapita masyarakat Sulsel sebesar Rp208 ribu atau mencapai Rp 10,49 juta.
Selain itu, IPM Sulsel mengalami kenaikan dikarenakan IPM di 24 Kabupaten/Kota di Sulsel juga mengalami peningkatan. IPM pada level Kabupaten/Kota di Sulsel berkisar pada angka 62,67 (terjadi di Jeneponto) hingga 81,13 (terjadi di Makassar).
Dari lima kota besar yang ada di Sulsel, Bulukumba mengalami pertumbuhan paling besar. Data BPS Sulsel, IPM Bulukumba pada tahun 2017 tercatat sebesar 67,08 atau naik 0,93 persen. Makassar menyusul Bulukumba yang mengalami kenaikan 0,75 persen pada tahun 2017.
Sementara IPM kota Parepare tercatat kenaikannya diposisi buncit dibandingkan 23 Kabupaten/Kota lainnya. Data BPS Sulsel mencatat pertumbuhan IPM Parepare hanya sebesar 0,26 persen atau 76,68 poin pada tahun 2017.
