Pembukaan Halo Sultra 2018 Menakjubkan, Menpar Pun Apresiasi Event ini
Halo Sultra 2018, Senin malam, 23 April 2018 resmi dibuka di Kawasan Tugu Religi Alun-Alun Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Acara pembukaan tambah semarak dengan penampilan D’Masiv dengan membawakan lagu-lagu andalannya, seperti Jangan Menyerah, Cinta Ini Membunuh ku dan Merindukan Mu.
Penampilan D’Masiv berhasil memompa semangat para pengunjung, meskipun area pembukaan sempat diguyur hujan. Bahkan kepadatan pengunjung sudah terasa sejak sore atau beberapa jam jelang pembukaan. Bukan hanya penampilan D’Masiv, pengunjung juga terhibur dengan pesta kembang api.
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya mengapresiasi event Halo Sultra. Menurut mantan dirut Telkom ini, Hallo Sultra merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Sultra dalam mengembangkan pariwisatanya.
“Halo Sultra 2018 yang digelar 23-27 April ini luar biasa. Ini merupakan contoh sebuah even pariwisata yang konsisten dilaksanakan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara. Apalagi setiap pelaksanaannya selalu sukses besar. Semuanya diset maksimal,” ujar Menpar, Senin 23 April 2018.
Pembukaan event pariwisata andalan milik Provinsi Sultra ini benar-benar menakjubkan. Design tata panggungnya saja keren banget. Ditambah tata lampu yang spektakuler dan permainan backdrop LED yang fantastik. Semua dibalut sound system yang tertata apik.
Belum lagi suguhan para pengisi acaranya. Semua memberikan suguhan yang menarik. Dari mulai band lokal hingga tari-tarian daerah disuguhkan.
“Ini merupakan salah satu contoh bagaimana sebuah even harus dibuat. Semuanya diset dengan standar global. Ini harus dicontoh daerah lain dalam menggelar atraksi untuk mempromosikan pariwisata,” kata Menpar Arief Yahya.
Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Tenggara Syahruddin Nurdin mengatakan, Halo Sultra merupakan bentuk penguatan dan upaya untuk terus mempromosikan pariwisata. Untuk itu, serangkaian acara disiapkan. Dari mulai Sultra Tenun Karnaval, Gelar Seni Budaya, juga Festival Kuliner. Ada juga Pemilihan Putra Putri Pariwisata, Pameran Pembangunan, Forum Bisnis, hingga Lomba Fotografi Internasional.
“Ini baru pembukaannya. Rangkaian setiap harinya gak kalah hebohnya. Ada band Ibukota Lyla yang akan kita suguhkan. Halo Sultra merupakan rangkaian memperingati ulang tahun Provinsi Sultra yang ke-54. Selain itu ini merupakan even yang sangat penting untuk mempromosikan pariwisata Sultra. Makanya kami tidak main-main dalam menggelar even ini,” kata Syahruddin.
Ditambahkannya, sebagai sebuah atraksi untuk mempromosikan pariwisata, Halo Sultra juga akan menampilkan pameran pembangunan. Pameran ini akan mengangkat potensi dari seluruh daerah di Provinsi Sultra. Mereka akan menunjukan potensi dan kekuatan pariwisata daerahnya masing-masing.
“Halo Sultra ini terselenggara berkat kerjasama seluruh stakeholder. Baik itu Pemerintah Provinsi Sultra, Kepolisian, TNI, maupun Kementerian Pariwisata Republik Indonesia. Tujuannya jelas, memberikan atraksi pariwisata yang baik untuk bisa dinikmati wisatawan. Dan ini terbukti malam pembukaan ramai diserbu pengunjung,” imbuh Syahruddin.
Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang kebudayaan Taufik Rahzen yang hadir pada malam pembukaan Halo Sultra mengatakan, Halo Sultra telah dipilih masuk kedalam 100 Wonderful Events Indonesia. Ini menandakan kualitas yang dimiliki even tersebut.
“Halo Sultra diharapkan menjadi jembatan kedepan pariwisata Provinsi Sultra. Maka sangat wajar jika Halo Sultra ini di konsep dengan maksimal. Saya yakin hasil maksimal pun akan didapatkan oleh pariwisata Provinsi Sultra. Apalagi potensi pariwisata Sultra ini sangat luar biasa. Baik itu potensi alam maupun budayanya,” ungkap Taufik Rahzen.
Senada dengan hal tersebut, Deputi Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata I Gde Pitana, menilai Halo Sultra merupakan sebuah strategi yang pas untuk mempromosikan pariwisata Provinsi Sultra. Kekayaan alam dan budaya Sultra menjadi modal penting dalam menjaring wisatawan. Dan itu semua terangkum dalam pagelaran Halo Sultra.
“Provinsi Sultra itu mempunyai potensi yang sangat besar untuk dikembangkan. Apalagi Sultra punya Wakatobi yang sudah mendunia. Belum lagi potensi lain seperti Taman Nasional Rawa Aopa, Pulau Labengki, Pulau Bokori, Air Terjun Moramo, Air Panas Wawolesea dan berbagai objek wisata lainnya. Saya yakin nama Sultra akan semakin mendunia lagi,” kata Pitana yang diamini Asisten Deputi Pemasaran Area II Regional III Ricky Fauzi. (Sumber Kemenpar)

