PT AP I Mencatat 41.024 Penumpang Tinggalkan Bali Pada 7-9 Juni 2018
PT Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali telah menghitung penumpang yang meningalan Bali di musim Mudik 2018. Hasilnya ada 41.024 penumpang domestik meninggalkan Pulau Dewata selama arus mudik H-8 hingga H-6 Lebaran atau 7-9 Juni 2018.
PT Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, mencatat sebanyak 41.024 penumpang domestik meninggalkan Pulau Dewata selama arus mudik H-8 hingga H-6 Lebaran atau 7-9 Juni 2018.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat PT Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Arie Ahsanurrohim, mengatakan jumlah tersebut masih kalah dengan penumpang domestik yang tiba di Bandara Ngurah Rai.
“Jumlah tersebut masih lebih rendah dibandingkan arus kedatangan penumpang domestik di Bali yang mencapai 45.358 orang, sebagian besar di antaranya merupakan wisatawan nusantara,” kata Arie di Denpasar, Minggu, 10 Juni 2018.
Data dari PT Angkasa Pura I menyebut, untuk periode yang sama saat arus mudik Lebaran 2017, mencapai 41.107 orang yang meninggalkan Bali. Mereka adala para penumpang domestik.
Sedangkan penumpang domestik yang tiba di Bali selama H-8 hingga H-6 Lebaran tahun 2017 mencapai 44.034 orang, juga lebih besar dibandingkan penumpang domestik yang berangkat atau mudik.
“Periode mudik di Bandara Ngurah Rai memang selalu didominasi arus kedatangan penumpang, biasanya merupakan wisatawan yang sekalian berlibur di Bali selama libur panjang Lebaran. Jadi lebih berbeda dibandingkan bandara lain,” imbuh Arie.
Selama periode tersebut, tercatat di posko terpadu di bandara setempat, arus keberangkatan domestik atau penumpang yang diperkirakan mudik paling tinggi terjadi pada Jumat (7/6) atau H-8 Lebaran mencapai 14.088 orang atau naik 14,9% dibandingkan periode sama tahun 2017.
Sedangkan jumlah penumpang domestik yang tiba di Bali paling tinggi terjadi pada Sabtu (9/6/2018) atau H-6 Lebaran mencapai 16.485 orang, naik 12% jika dibandingkan periode sama tahun lalu.
Selama H-8 hingga H-6, maskapai penerbangan juga mulai menggunakan penerbangan tambahan atau “extra flight” sebanyak lima kali, masing-masing pada H-7 sebanyak dua dan H-6 sebanyak tiga penerbangan tambahan.
