Sumarsono Tekankan Revitalisasi Posyandu di Sulawesi Selatan
Penjabat Gubernur Sulawesi Selatan berharap agar dilakukan revitalisasi untuk Pos Pelayanan Keluarga Berencana – Kesehatan Terpadu (Posyandu) yang ada di Sulawesi Selatan. Apalagi pemenuhan gizi anak sangat penting dan ada kaitannya dengan pelayanan Posyandu.
Posyandu juga diberikan makanan bergizi kepada anak, namun dari tahun-ketahun semakin berkurang, tidak aktif, bahkan cenderung hilang. Sehingga, mengapa terkait pemenuhan gizi di Sulawesi-Selatan cendrung di beberapa desa agak terpuruk.
“Karena pos Posyandunya yang tidak aktif, oleh karena itu saya instruksikan supaya Posyandu dilakukan revitalisasi Posyandu di Sulawesi Selatan, hal ini dalam rangka peningkatan kesehatan KB,” kata Sumarsono.
Terkait KB Kesehatan dengan Posyandu dapat diintegrasikan. Sebelumnya, terdapat pos timbang, pos kesehatan, pos gizi sendiri dimana pos-pos ini dapat diintegrasikan menjadi pelayanan terpadu.
Aktivitas Posyandu juga dapat merefleksikan aktivitas PKK dengan banyaknya pengguna jasa yang datang.
“Mengukur kinerja Bagaimana masyarakat bisa digerakkan dan partisipasi masyarakat, lewat ukuran itu, jadi tidak saja ukuran gizi bayi yang naik tapi juga partisipasi bisa diukur,” ujarnya.
Dalam revitalisasi Posyandu yang harus aktif adalah Puskesmas, KB, PKK dan bagian pemberdayaan masyarakat desa.
“Empat bagian ini harus bergandeng satu dengan yang lainnya untuk mengaktifkan kembali posyandu,” harapnya.
Harganas ini untuk mengingatkan bahwa pentingnya investasi pada generasi hari ini. Untuk meningkatkan kualitas manusia dengan KB. Manfaat KB juga hasilnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Dengan jumlah anak yang sedikit, dengan dua anak misalnya, maka, orang tua dapat lebih fokus dalam membesarkan anak-anaknya dengan berkualitas.
“Pendidikan yang bisa diperhatikan, nutrisinya bisa lebih diperhatikan, dibandingkan dengan memperhatikan 15 orang anak,” sebutnya.
Sehingga ini akan menghasilkan generasi anak Indonesia yang berkualitas dimulai dari dini. Bukan hanya kaum perempuan yang ikut KB tetapi kaum pria pun dianjurkan untuk ikut.
