Kotak Hitam Pesawat Lion Air JT-160 Berhasil Ditemukan

0
images-46

Tim penyelam gabungan dibawah komando Badan SAR Nasional (Basarnas) akhirnya menemukan kotak hitam atau black box pesawat Lion Air JT-160 yang jatuh di Tanjung Karawang, Jawa Barat, pada Senin lalu, 29 Oktober 2018. Penemuan kotak hitam itu, dilakukan di hari ke-empat pencarian pada pukul 09.30 WIB, Kamis, 1 November 2018.

Setelah dipastikan yang ditemukan adalah kotak hitam, tim penyelam langsung mengangkat kotak hitam tersebut ke Kapal Baruna Jaya I milik BNPT. Lokasi penemuan berada di dasar laut dengan kedalaman sekitar 25-35 meter, dan berjarak 100 meter dari posisi awal perkiraan.

Dansatgas SAR TNI AL Kolonel Laut Iswarto mengatakan saat ditemukan black box dalam kondisi fisik yang utuh.

“Masih bagus, tinggal tunggu aja ada dokumentasi dan rilis tersendiri,” kata Iswarto kepada wartawan di atas LCU KRI Banda Aceh 593-1 di Laut Karawang, Kamis, 1 November 2018.

Sebagaimana diketahui operasi pencairan pesawat Lion Air JT610 ini melibatkan beberapa pihak terkait, mulai dari Basarnas, TNI, Polri, masyarakat, termasuk BPPT yang menggerakkan kapal canggihnya Baruna Jaya.

Setelah berhasil diangkat ke Kapal Baruna Jaya I, Kotak hitam langsung dibawa ke Pelabuhan Tanjung Priok untuk diserahkan kepada Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) guna dilakukan penyeleidikan.

Kotak hitam yang ada di setiap pesawat itu terdiri atas 2 bagian yakni Flight Data Recorder (FDR) dan Cockpit Voice Recorder (CVR).

FDR merupakan alat untuk merekam data penerbangan. Kemudian, CVR adalah perekam seluruh percakapan yang terjadi di kokpit selama penerbangan.

Dalam pemeriksaan kotak hitam, KNKT akan mengumpulkan sejumlah data dan fakta terkait penerbangan terkait. Sejumlah data yang dikumpulkan di antaranya keberadaan lisensi pilot, cuaca, bentuk serpihan pesawat, apa yang terjadi di pesawat, dan lokasi kejadian.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, pesawat Lion Air JT610 jatuh di Tanjung, Karawang, Jawa Barat, Senin pagi, 29 Oktober 2018, sesaat setelah lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, menuju Bandara Depati Amir, Pangkal Pinang, Bangka Belitung.
Pesawat tersebut mengangkut 189 orang penumpang, yang terdiri atas 178 orang dewasa, satu anak-anak, dua bayi, dan awak kabin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *