Gubernur NTB, M. Zainul Majdi : Dorong Pariwisata Berkelanjutan
Acara launching branding Pesona Lombok Sumbawa dan Kalender Event NTB 2016, yang diselenggarakan Kemenpar pada Senin lalu, dihadiri sejumlah duta besar negara sahabat, para steakholder pariwisata di Jakarta, serta sejumlah perusahaan jasa transportasi darat.
Pada acara tersebut juga dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) kerjasama promosi melalui sarana transportasi darat antara Perusahaan Kereta Api (PT KAI) Commuter Line dan Bus Trans Jakarta Koridor Soekarno Hata-Gambir dengan Dinas Perhubungan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi NTB.
Sebagai country branding Pesona Indonesia dan Wonder Indonesia telah mendunia, hal itu terlihat dari posisinya yang kini berada diranking 47 dunia dengan nilai 74,8 point atau urutan ke-4 se-Asia dibawah Jepang, India, dan Singapura. Strategi branding Wonderful Indonesia untuk penetrasi secara online dinilai lebih bagus dibandingkan Thailand dan Malaysia.
Lombok Sumbawa memiliki kekayaan budaya yang unik
“Branding ini pada akhirnya bertujuan untuk menciptakan pariwisata berkelanjutan atau sustainable tourism yang didukung oleh 3 pilar utama yaitu; culture, nature, dan manmade. Ketiganya memberi makna bahwa alam (nature) NTB yang sangat indah baik berupa keindahan bawah laut, pantai, gunung, hutan, serta beranekaragam hayati. Lombok Sumbawa juga secara jelas memiliki kekayaan budaya (culture) yang unik dan heterogen, berupa suku, bahasa, tradisi dan adat istiadat ( Bali, Sasak, Samawa dan Mbojo), sedangkan karya kreatif (creative-man made) putra-putri NTB harus pula merepresentasikan daya kreasi yang mampu mencipta ragam karya, daya tarik, dan atraksi yang memikat wisatawan,” jelas Gubernur NTB, M. Zainul Majdi.
Menurut Zainul Majdi, tantangan terbesar pariwisata NTB dalam sustainable tourism adalah bagaimana menghasilkan repeatedvisitors atau pengunjung yang datang berkali kali “Kita harus bisa, karena memang para wisatawan pasti ingin menikmati pesona lombok-Sumbawa. Kegiatan pariwisata memberikan manfaat langsung maupun tidak langsung kepada masyarakat setempat, serta melalui kegiatan pariwisata lingkungan dan alam NTB menjadi lestari,” ujarnya.
