Ada Penambahan Jumlah Kunjungan Wisman, Menparekraf Ajak GIPI-PHRI Perkuat Kolaborasi

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengajak Gabungan Industri Pariwisata (GIPI) dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) memperkuat perannya membantu pemerintah memenuhi target kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia. Ajakan tersebut disampaikan Menparekraf saat acara buka puasa Bersama GIPI-PHRI dan peringatan HUT GIPI ke-12 di Hotel Grand Sahid Jakarta, Selasa (11/04/2023).
Menparekraf membocorkan ada penambahan jumlah kunjungan wisman yang ditargetkan pemerintah pada tahun ini. Sebelumnya ditetapkan 7,4 juta wisman kini bertambah menjadi 8,5 juta wisman atau ada penambahan satu juta lebih.
Menparekraf mengatakan pemerintah dalam waktu dekat akan merilis penambahan jumlah wisman tersebut agar industri dapat mengetahui dan mengambil langkah bersama agar target kunjungan wisman ke Indonesia dapat tercapai.

Menparekraf mengungkapkan semakin terasanya pemulihan pariwisata di Kawasan Asia Pacific menjadi salah satu faktor ditambahnya jumlah kunjungan wisman, khususnya wisatawan China, Australia dan India. Kedua wisman tersebut memiliki minat yang tinggi untuk berpelesiran setelah kasus Covid-19 di dunia terkendali.
“Berdasarkan capaian tiga bulan pertama di tahun ini yang angka kunjungannya cukup signifikan, sekaligus juga ada data-data terbaru dari pemulihan pariwisata di Asia Pacific yang cukup menjanjikan terutama berkaitan dengan presentase dari keinginan masyarakat untuk berwisata pasca pandemi di dua pasar utama kita yaitu Tiongkok, Australia dan juga India,” kata Menparekraf.
Menurut Menparekraf untuk mencapai target 8,5 juta wisman, perlu ada penambahan jumlah penerbangan khususnya penerbangan langsung dan juga ketersediaan kursi. Terkait hal ini, Menparekraf akan segera bertemu dengan Menteri Perhubungan agar dapat diputuskan solusi yang tepat dalam penambahan slot penerbangan.

Selain itu, Menparekraf juga telah menugaskan tim ke Tiongkok, untuk bertemu otoritas setempat membahas penambahan penerbangan langsung dari Tiongkok ke Indonesia.
“Saya sudah mengirim tim ke Tiongkok yakni mba Wamen dan Deputi Pemasaran yang sekarang sudah ada di Tiongkok untuk menjalin kerja sama lebih banyak penerbangan langsung dari Tiongkok maupun dari Australia dan India,” ujar Menparekraf.
Sementara itu, terkait ajakan dari Menparekraf , Ketua Umum GIPI Hariyadi Sukamdani menyatakan bahwa industri pariwisata yang berada dalam naungan GIPI siap membantu pemerintah mendatangkan wisman ke Indonesia. Namun, Hariyadi melihat yang menjadi faktor terkuat agar kunjungan wisman ke Indonesia terus merangkak naik adalah ditambahnya jumlah penerbangan.

“Penambahan jumlah wisman bisa aja tercapai asal pesawatnya juga ditambah. Kalau jumlahnya seperti Februari 2022 yang baru 40 persen belum maksimal, paling tidak di angka sekitar 70% , itu baru kita bisa di angka 8,5 juta,” pungkasnya
Hariyadi yang juga sebagai Ketua Umum PHRI ini, menyebut wisatawan China, Australia dan India menjadi wisman yang paling banyak mengunjungi Indonesia, khususnya di Bali. Wisman di tiga negara tersebut bisa menjadi andalan pemerintah agar target 8,5 juta wisman dapat tercapai.

“China dan Australia berkontribusi besar menyumbangkan wisatawannya ke Indonesia dan kemudian India juga perlahan-lahan mengalami kenaikan, ini yang harus kita perhatikan,” kata Hariyadi.
Pada acara buka bersama ini, Ketua Umum GIPI bersama pengurus teras memberikan santunan kepada 50 anak yatim sebagai bentuk kepedulian dan pengabdian anggota GIPI dan PHRI, sesuai tema yang diangkat yakni “Menunaikan Amal Ibadah Meraih Rahmat Ramadhan”

Sementara itu untuk acara perayaan HUT GIPI ke-12 ditandai dengan potong tumpeng oleh Hariyadi Sukamdani. Potongan tumpeng pertama diserahkan Hariyadi kepada Menparekraf. Acara buka puasa Bersama GIPI-PHRI dan peringatan HUT GIPI ke-12 ini dihadiri oleh pengurus GIPI maupun PHRI, perwakilan pemerintah, perwakilan asosiasi pariwisata, mitra serta stakeholder lainnya.
