Airlangga Tagih Janji Investasi Lotte Chemical di Indonesia
Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto akan memanfaatkan kehadirannya di forum ASEAN Leadership Conference di Seoul, Korea Selatan pada 3-6 Juli 2017 untuk menjalin pertemuan dengan direksi pabrikan manufaktur multinasional ternama asal Korea Selatan seperti Lotte, LG, dan Pohang Iron and Steel Company (POSCO).
Dari tiga pabrikan asal negeri ginseng tersebut ada satu yang sudah masuk menjadi pembahasan serius yakni dengan Lotte Chemical Titan. Menurut Airlangga salah satu pabrikan petrokimia ternama di Korsel tersebut tengah berminat menanamkan modal senilai US$3—4miliar di Indonesia. Lotte Chemical berencana membangun fasilitas produksi naphtha cracker dengan kapasitas terpasangan sebanyak 2 juta ton per tahun.
“Bahan baku kimia itu mereka perlukan untuk menghasilkan ethylene, propylene dan produk turunan lain,” kata Airlangga dalam keterangan tertulisnya beberapa waktu lalu.
Terlebih, petrokimia merupakan salah satu sektor industri prioritas di dalam negeri lantaran produknya dibutuhkan berbagai sektor manufaktur hilir. Seperti misalnya produk plastik, tekstil, cat, kosmetika dan farmasi.
Sektor industri petrokimia juga merupakan sektor industri yang diusulkan juga memperoleh penurunan harga gas industri. Sebab biaya gas merupakan komponen pengeluaran terbesar dalam proses produksi petrokimia. “Dengan harga gas yang kompetitif, daya saing industri petrokimia nasional makin meningkat,” ujar Airlangga.
Selain industi petrokimia, pemerintah juga akan mendorong agar para investor dapat menanamkan modal di industry baja. Seperti diketahui, pemerintah tengah mengakselerasi perluasan kapasitas produksi klaster industri baja di Cilegon, Banten. Rencananya, klaster itu memproduksi sebanyak 10 juta ton baja mulai 2025.
“Sektor ini sebagai mother of industry karena produknya merupakan bahan baku utama bagi kegiatan sektor industri lainnya,” jelas politisi Partai Golkar itu.
Salah satu pabrikan baja asal Korea Selatan, yakni Pohang Iron and Steel Company (POSCO) telah berkomitmen untuk bergabung dalam pengembangan proyek pengembangan klaster baja tersebut. POSCO bermitra dengan perusahaan baja pelat merah PT Krakatau Steel (Persero) membentuk entitas patungan bernama PT Krakatau Posco di Cilegon.
Perusahaan patungan itu kini memiliki kapastias 4,5 juta ton setiap tahun. Klaster baja di Cilegon bakal menghasilkan baja gulungan dan lembaran untuk permintaan sektor konstruksi, properti, perkapalan, dan otomotif.
Kehadiran Airlangga di forum ASEAN Leadership Conference di Seoul merupakan undangan delegasi bisnis Korea Selatan agar Airlangga dapat menjadi pembicara dalam forum tersebut.
Dalam lawatan ke Korsel itu, Airlangga turut didampingi dua pejabat eselon satu yakni Dirjen Industri Kimia, Tekstil, dan Aneka Achmad Sigit Dwiwahjono serta Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronika I Gusti Putu Suryawirawan.
