AirNav: Penerbangan Internasional Belum Ada Yang Membatakan ke Bali

0
IMG_20170810_114250

AirNav Indonesia Air Traffic Service Center ikut mengawasi pergerakan maskapai penerbangan yang tujuan utamanya ke Bali atau melintasi Pulau Bali. Pengawasan ini dilakukan menyusul ancaman erupsi Gunung Agung yang aktivitasnya semakin meningkat

General Manager AirNav Indonesia Cabang Utama Makassar Air Traffic Service Center (MATSC), Novy Pantaryanto mengatakan hingga berita ini dimuat  penerbangan internasional dari  dan ke Bali berjalan sesuai jadwal. Rute penerbangan yang dilakukan maskapai dalam negeri maupun internasional yang berangkat atau menuju Bali, sesuai dengan SOP yang berlaku tidak ada pengalihan rute  meskipun status penerbangan pada jalur Bali ditingkatkan ke level ‘orange’ akibat tida menentunya kondisi Gunung Agung.

“Belum ada tuh permintaan pembatalan penerbangan dari maskapai untuk penerbangan internasional. Semuanya masih normal, masih terbang dari dan ke Bali, meski statusnya dalam beberapa hari terakhir naik ke level ‘orange’. Selama belum erupsi dan tidak ada abu vulkanik, ya tidak akan membahayakan penerbangan,” kata Novy, Jumat, 29 September 2017.

Dalam pengawasan ini AirNav selalu berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti PVMBG. Koordinasi dengan PVMBG penting karena untuk mengetahui kondisi terkini aktivitas gunung paling besar di Bali itu. Petugas di Posko Crisis Center juga mengamati perkembangan Gunung Agung melalui citra satelit maupun radar AirNav. Sejauh ini, Novy mengatakan belum ada perkembangan signifikan pada permukaan sehingga kondisi itu tak mengganggu ruang udara.

Menurut Novy, AirNav sudah menyiapkan langkah-langkah jika Gunung Agung meletus. Skenario itu yakni menyiapkan kontigensi untuk memastikan penerbangan aman Bersama dengan Kementerian Perhubungan, PT Angkasa Pura I dan Otoritas Bandara, pihaknya telah mempersiapkan langkah antisipatif. Khusus AirNav, sambung dia, empat skema lalu lintas penerbangan, termasuk penyiapan sedikitnya 10 bandara alternatif sudah disiapkan.

Deputi General Manager Bidang Operasi AirNav Indonesia Cabang Utama MATSC, Davitson Aritonang, menambahkan peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Agung belum terlalu mengkhawatirkan. Buktinya, belum ada maskapai penerbangan internasional yang menangguhkan perjalanannya. Padahal, sejumlah negara, seperti Amerika Serikat, Australia dan Inggris biasanya sangat protektif terhadap keamanan warganya.

Davitson mengatakan bilapun Gunung Agung akhirnya meletus, pihaknya sudah siap dengan antisipasi atas segala kemungkinan terburuk. “Kami sudah siapkan jalur alternatifnya, termasuk bandara tujuan bila Bandara I Ngurah Rai ditutup,” tegas dia. (Sumber Warta EKonomi)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *