CultureDestinationTourism

Aksi 1478 Paskibra Siap Ukir Rekor MURI dan Pukau Wisman Malaysia

Peringatan kemerdekaan ke-72 Republik Indonesia akan dilaksanakan diseluruh pelosok negeri, tidak terkecuali wilayah Crossborder di seluruh Indonesia. Salah satunya di Pulau Sebatik, daerah tapal batas Indonesia, tepatnya di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur.

“Upacara Peringatan HUT RI 17 Agustus 2017 nanti akan dipusatkan di Dermaga Posal dan Dermaga Batu Pulau Sebatik.  Ini merupakan kegiatan bersama antara Disparitas, TNI, POLRI, Pemda dan Aksi Gebyar Aku Cinta Indonesia (GACI), ini juga akan mensasar wisatawan negara tetangga, wisatawan pasti  banyak hadir,” kata Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga Kabupaten Nunukan Syafarudin.

Syafrudin menambahkan, hal ini dilakukan pihaknya sesuai dengan semangat Indonesia Incoporated yang menjadi konsentrasi Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terkait dengan mensasar wisatawan Crossborder.

”Kami bersyukur, karena lokasi saat ini yaitu dermaga dan trestel di Pos TNI Angkatan Laut (AL) Sungai Pancang Pulau Sebatik kini telah berubah drastis setelah dikunjungi Presiden Joko Widodo, pertengahan Desember 2014.  Jika sebelumnya dermaga masih berbahan kayu, kini telah terbangun dermaga beton. Crossborder kini sangat berwibawa,” kata Syafrudin bangga.

Agar gaungnya tetap abadi dan terkenang, imbuh Syafrudin, dalam perhelatan upacara HUT RI 17 Agustus 2017 nanti akan lahir rekor MURI untuk pengibaran bendera terbanyak.

“Total akan ada 1478 orang yang akan mengibarkan bendera Merah Putih, ini akan menjadi atraksi yang menarik bagi wisatawan untuk hadir ke Pulau Sebatik,” tuturnya.

Kata dia, Dermaga Pos AL akan disiapkan 40 tiang bendera, di Dermaga Batu 36 tiang bendera, sedangkan di kapal perang ada 2 tiang bendera dan 1 bendera menggunakan kapal Ponton.

“Kapal Ponton ini yang paling depan dan dekat sekali dengan Malaysia. Formasi Bendera di Dermaga Posal, Pelabuhan Batu dan Kapal Perang akan sejajar. Sedangkan yang didepan menggunakan 1 tiang bendera di kapal Ponton itu,” jelasnya.

Usai upacara baru dilanjutkan dengan rangkaian kegiatan seperti Festival Band, Cipta dan Baca Puisi, Tari Tradisional daerah, Paduan Suara, Permainan Tradisional anak  dan Kegiatan EXPO (pameran).

“Sebelumnya ada berbagai macam perlombaan yang diadakan pada tanggal 10-15 Agustus yang penyerahan hadiahnya akan dlakukan bersamaan dengan kegiatan EXPO nanti. Kami targetkan 2000 wisatawan akan datang kesini untuk menyaksikan rangkaian acara ini,” pungkasnya.

Pulau Sebatik yang luasnya hampir 250 kilometer persegi dan dihuni sekitar 35.000 penduduk sebenarnya memiliki dua obyek wisata air terjun, yaitu Mantikas dan Lapio. Selain itu, para wisatawan juga bisa menikmati Pantai Batu Lamampu dan Pantai Kayu Angin serta Air Terjun Lapeo, Kecamatan Sebatik.

Pantai Batu Lamampu hanya berjarak sekitar 15 kilometer dari pusat keramaian di Pulau Sebatik memiliki pantai berpasir putih dan tumpukan batu karang yang indah. Pemandangannya sangat  indah.

 Kemenpar sendiri memang terus mendorong destinasi crossborder sebagai market potensial di daerah perbatasan termasuk Pulau Sebatik yang berbatasan langsung dengan Tawau Malaysia.

Kementerian di bawah komando Arief Yahya itu juga sedang terus konsisten menggelar even berskala Internasional untuk mendatangkan wisatawan mancanegara.

Kata Menpar Arief Yahya, strategi yang akan dilakukan terkait crossborder tourism adalah membuka direct route ke beberapa daerah pariwisata yang banyak diminati. Kemenpar tak ingin membuang peluang sekecil apapun untuk mendatangkan wisatawan demi target 20 Juta Wisman di tahun 2019 mendatang.

“Kuncinya adalah musik, seni-budaya, dan kuliner ini untuk menggaet pasar negara tetangga. Apalagi warga Tawau Malaysia bisa masuk ke Indonesia dengan menggunakan bebas visa kunjungan (BVK),” kata Menpar Arief Yahya

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button