Alarm Berbunyi! Peringkat Kebersihan Pariwisata Indonesia Anjlok ke Posisi 89 Dunia
Ilustrasi Beban Berat Kesehatan dan Kebersihan Pariwisata Indonesia (generated by AI)
Jakarta, EL JOHN News – Sebuah ironi besar tengah membayangi industri pariwisata Tanah Air. Di saat peringkat daya saing global Indonesia meroket ke posisi 22 dunia, pilar Health and Hygiene (Kesehatan dan Kebersihan) justru menjadi “beban” berat. Indonesia kini terjerembap di peringkat 89 dari 119 negara, sebuah posisi yang membunyikan alarm keras bagi keberlanjutan sektor pariwisata nasional.
Berdasarkan laporan Travel and Tourism Development Index (TTDI) 2024 dari World Economic Forum (WEF) dan evaluasi Kementerian Pariwisata awal 2026, pilar kebersihan tetap menjadi titik terlemah Indonesia di kawasan ASEAN.
Paradoks Pariwisata: Peringkat Global Naik, “Rapor Merah” di Kebersihan
Indonesia mencatatkan prestasi gemilang dengan menembus posisi 22 besar dunia secara keseluruhan. Namun, pencapaian ini tertutup oleh rendahnya standar kesehatan dan sanitasi. Skor Indonesia pada pilar ini hanya menyentuh angka 3.78, sangat jauh tertinggal dari rata-rata wilayah Asia-Pasifik yang berada di level 4.53.
Analisis Komparatif: Indonesia di Bawah Bayang-Bayang ASEAN
| Negara | Peringkat Global Kebersihan | Skor Pilar (Scale 1-7) | Status Performa |
| Thailand | Top 50 | 5.2 – 5.5 | Unggul (Standar Medical Hub) |
| Malaysia | Top 60 | 5.0 – 5.3 | Sangat Stabil (Infrastruktur Medis) |
| Vietnam | 70 – 80 | 4.6 – 4.9 | Tumbuh Pesat (Destinasi Baru) |
| Indonesia | 89 | 3.78 | Sangat Rendah (Bawah Rata-rata) |
Catatan Kritis: Skor Indonesia sebesar 3.78 masih berada di bawah rata-rata kawasan Asia-Pasifik yang mencapai angka 4.53.
Akar Masalah: Krisis Sampah Pantai dan Toilet Umum
Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa, dalam tinjauan strategis Januari 2025, secara terbuka mengidentifikasi dua “noda” utama yang merusak citra pariwisata Indonesia:
- Pengelolaan Sampah Pesisir: Terutama di destinasi utama seperti Bali, yang secara periodik masih bergelut dengan fenomena sampah kiriman dan sistem pengolahan limbah yang belum terintegrasi.
- Infrastruktur Sanitasi: Rendahnya standar toilet umum di destinasi non-swasta yang dinilai tidak layak bagi wisatawan mancanegara.
Belajar dari Tetangga: Mengapa Mereka Lebih Bersih?
- Thailand: Berhasil mengintegrasikan pariwisata dengan layanan kesehatan kelas dunia. Standar sanitasi di ruang publik dan SPBU di Thailand menjadi tolok ukur tertinggi di kawasan.
- Malaysia: Unggul dalam kenyamanan infrastruktur perkotaan. Dengan target 42,2 juta kunjungan wisman pada 2025, Malaysia memastikan akses air bersih dan pengelolaan limbah di Kuala Lumpur serta Penang berjalan sempurna.
- Vietnam: Sangat agresif mengembangkan destinasi seperti Phu Quoc dengan konsep clean sheet design—menerapkan regulasi lingkungan ketat sejak batu pertama diletakkan.
Menuju Maret 2026: Strategi Pembersihan Total
Menanggapi rapor merah ini, Pemerintah telah meluncurkan program darurat untuk menyelamatkan target TTDI 2026, di mana Indonesia membidik posisi 15 besar dunia.
- Gerakan Wisata Bersih 2025: Revitalisasi total toilet umum di 5 Destinasi Super Prioritas (DSP).
- Diplomasi Sanitasi: Pemanfaatan momentum ASEAN Public Toilet Award bagi desa wisata seperti Glodok dan Iboih untuk membuktikan bahwa Indonesia mampu berubah.
- Standarisasi Skor: Pemerintah menargetkan skor pilar Health and Hygiene harus melonjak ke angka minimal 4.5 sebelum audit periode berikutnya.
“Daya saing harga dan kekayaan alam kita adalah yang terbaik, namun kebersihan adalah syarat mutlak bagi wisatawan berkualitas. Jika tidak dibenahi secara struktural, kita hanya akan menjadi penonton di rumah sendiri,” tegas rilis resmi tersebut.
