Ambisi Trump, Venezuela Harus Setor Minyak Hingga 50 Juta Barel ke AS

Presiden Trump di Ruang Oval Gedung Putih pada 15 Desember (Foto: Anna Moneymaker/Getty Images)
El John News, Jakarta-Amerika Serikat (AS) tidak hanya mencuat terkait isu penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro atas dugaan narco-terorisme, namun juga soal kepentingan minyak di balik upaya tersebut. Penangkapan Maduro dan istrinya terjadi setelah operasi militer besar-besaran yang dilakukan AS, dan kini dampaknya berlanjut ke kesepakatan energi yang mendapat sorotan luas.
Presiden AS Donald Trump mengumumkan lewat platform Truth Social bahwa otoritas sementara di Venezuela akan menyerahkan antara 30 hingga 50 juta barel minyak berkualitas tinggi yang selama ini dikenai sanksi kepada Amerika Serikat. Minyak tersebut akan dijual dengan harga pasar, dan hasil penjualannya menurut Trump akan dikontrol langsung olehnya sebagai Presiden AS untuk memastikan uangnya digunakan demi kepentingan rakyat kedua negara, Venezuela dan Amerika Serikat.
Trump menyebut bahwa rencana ini akan segera dieksekusi oleh Menteri Energi Chris Wright dan minyak akan diangkut menggunakan kapal penyimpanan langsung ke dermaga di pelabuhan-pelabuhan di AS. Menurut pernyataannya, mekanisme ini merupakan bagian dari langkah strategis untuk memanfaatkan cadangan Venezuela yang selama ini terhambat sanksi.
Berikut kutipan Trump melalui platform Truth Social yang diposting pada Selasa (7/1/2026) waktu setempat,
Iam pleased to announce that the Interim Authorities in Venezuela will be turning over between 30 and 50 MILLION Barrels of High Quality, Sanctioned Oil, to the United States of America. This Oil will be sold at its Market Price, and that money will be controlled by me, as President of the United States of America, to ensure it is used to benefit the people of Venezuela and the United States! I have asked Energy Secretary Chris Wright to execute this plan, immediately. It will be taken by storage ships, and brought directly to unloading docks in the United States. Thank you for your attention to this matter!
Langkah ini terjadi di tengah kontroversi global seputar penangkapan Maduro oleh AS yang kemudian dibawa ke pengadilan federal di New York atas tuduhan perdagangan narkoba dan senjata. Bahkan di sela persidangan, Maduro menyatakan dirinya tidak bersalah dan menyebut dirinya “diculik” dalam operasi tersebut.
Pengumuman soal minyak ini muncul di tengah kritik dan kekhawatiran dari komunitas internasional, yang memandang tindakan militer AS terhadap Venezuela sebagai eskalasi serius dan berpotensi melanggar hukum internasional. Sementara itu, banyak analis melihat penempatan minyak dalam kesepakatan ini menunjukkan kaitan erat antara tujuan politik, energi, dan kontrol sumber daya dalam krisis Venezuela yang tengah berlangsung.
