Ancaman Bom Tak Terbukti, Pesawat Saudia Dinyatakan Aman Usai Diperiksa

0
MPNBAGAS1250-x-849-px-MPN-2025-06-18T094543.552

Sebuah insiden keamanan sempat mengganggu perjalanan pemulangan jemaah haji Indonesia. Pesawat Saudia Airlines dengan nomor penerbangan SV 5276, yang tengah mengangkut 442 jemaah haji dari Jeddah menuju Jakarta, terpaksa melakukan pendaratan darurat di Bandara Internasional Kualanamu, Sumatera Utara, pada Selasa (17 Juni 2025), setelah muncul ancaman bom melalui surat elektronik yang dikirim oleh pihak tak dikenal.

Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, dalam konferensi pers menyampaikan bahwa setelah dilakukan penyisiran dan pemeriksaan menyeluruh, pesawat tersebut dinyatakan bersih dari bahan peledak.

“Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa pesawat dalam kondisi clear, baik di dalam kabin maupun pada bagasi yang diangkut. Tidak ditemukan indikasi adanya bom atau benda mencurigakan lainnya,” ungkap Whisnu.

Menanggapi ancaman tersebut, Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) dari kepolisian langsung diterjunkan ke lokasi. Mereka melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kabin pesawat, ruang penyimpanan bagasi, dan semua area yang berpotensi menjadi tempat penyembunyian bahan peledak.

Tak hanya itu, aparat keamanan juga tengah memeriksa barang-barang bawaan milik penumpang untuk memastikan tidak ada potensi ancaman yang tersisa. “Kami juga masih mendalami barang-barang bawaan jemaah yang berasal dari Jeddah,” kata Whisnu.

Sebagai informasi, para penumpang dalam pesawat tersebut adalah jemaah haji asal Indonesia dari kelompok terbang (kloter) 12 Embarkasi Jakarta-Bekasi (JKS 12), yang mayoritas berasal dari Depok, Jawa Barat. Mereka sedang dalam perjalanan pulang ke Tanah Air setelah menunaikan ibadah haji.

Ancaman bom ini pertama kali diketahui oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan (Kemenhub), yang menerima laporan dari PT Angkasa Pura Indonesia pada pukul 07.30 WIB. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa pihak bandara telah menerima e-mail dari pengirim anonim yang mengancam akan meledakkan pesawat Saudia SV 5276.

“E-mail berisi ancaman bahwa akan terjadi peledakan terhadap pesawat Saudia Airlines SV 5276 yang sedang mengangkut 442 jemaah haji menuju Bandara Soekarno-Hatta,” kata Direktur Keamanan Penerbangan Kemenhub, Lukman F. Laisa dalam pernyataan tertulis.

Setelah menerima laporan tersebut, Bandara Soekarno-Hatta segera mengaktifkan Emergency Operation Center (EOC), pusat komando darurat yang bertugas menangani situasi krisis di lingkungan bandara.

Kemudian, sekitar pukul 10.17 WIB, Pilot in Command (PIC) pesawat Saudia SV 5276 berkoordinasi dengan petugas pengatur lalu lintas udara di Jakarta Air Traffic Service Center (JATSC). Melalui koordinasi tersebut, diputuskan untuk mengalihkan rute penerbangan ke Bandara Kualanamu guna melakukan penanganan lebih lanjut dengan prosedur keamanan yang lebih optimal.

Setelah mendarat di posisi parkir terisolasi (isolated parking) di Bandara Kualanamu, pihak bandara bersama tim keamanan segera melakukan evakuasi seluruh penumpang dan kru untuk memastikan keselamatan semua pihak.

Situasi kini dinyatakan terkendali. Para jemaah telah dievakuasi dengan aman dan diberikan tempat istirahat sementara. Pemeriksaan dan investigasi terus dilanjutkan guna mengidentifikasi pelaku pengirim e-mail ancaman, sementara pihak Kemenhub dan instansi terkait terus memantau perkembangan agar jadwal pemulangan jemaah haji berikutnya tetap berjalan lancar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *