Arsifa Deliyana Ungkap Besarnya Potensi AI untuk Industri Pariwisata

0
IMG_3203

Founder of Videfly AI Arsifa Deliyana menerima sertifikat penghargaan dari Founder & Ketua Umum Yayasan EL JOHN Indonesia M. Johnnie Sugiaro (Foto: Panita/Varel)

El John News, Jakarta-Seminar Nasional bertajuk “The Power of Woman” yang diselenggarakan oleh EL JOHN Academy menjadi wadah inspiratif bagi para finalis Miss Tourism Universe 2026 untuk memperluas wawasan di bidang teknologi, ekonomi kreatif, dan pariwisata. Seminar yang menjadi bagian dari rangkaian boot camp Miss Tourism Universe 2026 ini turut dihadiri ratusan peserta dari berbagai kalangan.

Salah satu narasumber yang hadir dalam seminar tersebut adalah Founder of Videfly AI Arsifa Deliyana. Dalam paparannya, Arsifa membahas perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) dalam industri pariwisata dan ekonomi kreatif, khususnya dalam membangun Intellectual Property (IP) yang bernilai ekonomi.

Arsifa mengatakan, AI kini tidak hanya membantu pelaku UMKM, tetapi juga para kreator yang ingin menghasilkan karya kreatif dengan biaya yang lebih efisien.

“Kami tidak hanya membantu UMKM, tetapi juga para kreator yang ingin berkarya, terutama dalam membuat IP atau Intellectual Property. Turunannya bisa berupa musik, animasi, hingga bentuk karya kreatif lainnya. Dengan bantuan AI, proses pembuatan IP kini bisa dilakukan lebih murah, efisien, dan lebih mudah,” ujar Arsifa.

Ia menjelaskan, perkembangan AI membuka peluang besar bagi kreator lokal untuk memonetisasi karya-karya mereka. Dalam seminar tersebut, Arsifa juga menunjukkan sejumlah karya anak bangsa yang telah berhasil menghasilkan keuntungan melalui pemanfaatan AI.

“Saya senang melihat para putri dan generasi muda mulai tertarik membuat karya yang nantinya bisa dimonetisasi. AI membuka kesempatan yang sangat luas untuk itu,” katanya.

Menurut Arsifa, potensi kolaborasi antara sektor pariwisata dan ekonomi kreatif berbasis konten digital sangat besar, terutama karena masyarakat saat ini sangat bergantung pada konsumsi konten di media sosial.

“Kalau melihat irisan antara pariwisata dan ekonomi kreatif, potensinya sangat besar. Semua orang sekarang mengonsumsi konten melalui berbagai platform digital, dan tren ini diperkirakan terus meningkat hingga tahun 2035,” jelasnya.

Founder of Videfly AI Arsifa Deliyana sedang menyampaikan paparan dalam Seminar Nasional: “The Power of Woman” (Foto: Paniti/Varel)

Ia menambahkan, AI memiliki keterkaitan erat dengan promosi destinasi wisata, terutama melalui media sosial. Konten-konten viral dinilai mampu memengaruhi minat masyarakat untuk berkunjung ke suatu destinasi.

“Sering kali orang tertarik datang ke suatu tempat karena melihat film, drama, atau konten viral di media sosial. Mereka melihat tempatnya menarik, ada tokoh publik yang datang ke sana, lalu akhirnya ikut penasaran dan ingin berkunjung,” tuturnya.

Selain itu, Arsifa menilai promosi melalui kreator konten maupun brand ambassador mampu memberikan dampak besar terhadap perkembangan destinasi wisata dan produk lokal berbasis IP.

“Terkadang orang hanya melihat pengalaman seseorang di media sosial, lalu tertarik membeli produk atau bahkan datang langsung ke destinasi tersebut. Itu kekuatan konten digital saat ini,” ucapnya.

Foto bersama usai seminar nasional (Foto: Panitia/Varel)

Terkait tantangan pengembangan AI dan IP di Indonesia, Arsifa menilai pemerintah maupun sektor swasta sebenarnya telah banyak melakukan upaya melalui program pengembangan talenta digital.

“Pemerintah dan swasta sudah banyak membuat program digital talent. Tantangannya sekarang adalah bagaimana menciptakan sesuatu yang kreatif, mudah digunakan, mudah ditiru, tetapi tetap memiliki keunikan,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *