Wani Sabu Bongkar Modus Cybercrime di Seminar The Power of Woman

0
IMG_3202(1)

Senior Advisor Fraud Banking Investigation of BCA Wani Sabu, menerima sertifikat penghargaan dari Founder & Ketua Umum Yayasan EL JOHN Indonesia M. Johnnie Sugiaro (Foto: Panita/Varel)

El John News, Jakarta-Seminar nasional bertajuk The Power of Woman yang diselenggarakan oleh El John Academy di Merlynn Park Hotel, Minggu (17/5/2026), menghadirkan edukasi penting mengenai kejahatan siber yang kini semakin marak terjadi di masyarakat. Seminar ini juga menjadi bagian dari rangkaian boot camp finalis Miss Tourism Universe 2026.

Mengusung tema “Cybercrime 101: Don’t Take the Bait”, seminar tersebut menghadirkan Senior Advisor Fraud Banking Investigation of Bank Central Asia Wani Sabu, sebagai pembicara utama. Kegiatan ini diikuti para finalis Miss Tourism Universe 2026 serta ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelaku UMKM, mahasiswa, penulis, hingga influencer.

Dalam paparannya, Wani menekankan pentingnya literasi digital dan kewaspadaan terhadap berbagai modus penipuan online yang kini semakin canggih. Menurutnya, perempuan perlu memahami ancaman cyber fraud karena memiliki peran penting dalam mengatur keuangan keluarga.

“Perempuan itu biasanya menjadi menteri keuangan di rumah tangga. Jangan sampai sudah susah payah mencari dan mengumpulkan uang, tetapi di era digital seperti sekarang justru hilang dalam sekejap karena penipuan,” ujar Wani.

Ia menjelaskan, sebagian besar kasus kejahatan siber di Indonesia bukan dilakukan melalui peretasan rumit, melainkan melalui manipulasi psikologis atau social engineering. Pelaku memanfaatkan emosi korban agar lengah dan tanpa sadar memberikan akses kepada penipu.

“Sebanyak 99 persen kasus cybercrime itu sebenarnya adalah social engineering, yaitu penipuan yang mempengaruhi cara berpikir masyarakat. Korban dibuat terlalu senang karena iming-iming hadiah, atau dibuat panik dan takut sehingga akhirnya menuruti semua instruksi pelaku,” jelasnya.

Senior Advisor Fraud Banking Investigation of Bank Central Asia Wani Sabu sedang memaparkan materi, (Foto: PaniiaVirli)l

Dalam seminar tersebut, Wani juga membagikan berbagai contoh kasus nyata yang pernah terjadi di masyarakat. (Mulai dari penipuan berkedok undangan digital, pencatutan data Dukcapil, hingga modus transaksi palsu yang menyebabkan rekening korban terkuras.

“Peserta sangat antusias karena banyak yang selama ini hanya mendengar ceritanya sekilas. Mereka akhirnya memahami bagaimana uang bisa hilang hanya karena satu klik tautan,” katanya.

Tak hanya memaparkan modus penipuan, Wani juga memberikan langkah-langkah penanganan apabila seseorang terlanjur menjadi korban scam atau fraud perbankan. Ia menegaskan bahwa kecepatan bertindak menjadi faktor utama untuk menyelamatkan dana korban.

“Kalau sudah terjadi penipuan, jangan menunda waktu. Kecepatan adalah kunci keberhasilan. Segera hubungi bank melalui call center atau datang ke cabang, dan laporkan juga ke Indonesia Anti Scam Center OJK,” ujarnya.

Menurutnya, banyak korban gagal menyelamatkan uangnya karena terlalu lama menyadari bahwa dirinya telah ditipu. Sebagian masih berharap barang yang dibeli akan datang, atau terlalu panik menghadapi ancaman palsu dari pelaku.

“Kalau merasa ada yang mencurigakan, tenangkan diri dan berpikir logis. Jangan mudah panik. Begitu sadar ada indikasi penipuan, langsung hubungi bank agar transaksi bisa segera diblokir sebelum uang berpindah lebih jauh,” tegasnya.

Melalui seminar ini, para peserta diharapkan semakin memahami pentingnya keamanan digital dan mampu melindungi diri dari berbagai modus kejahatan siber yang terus berkembang di era teknologi saat ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *