Arus Balik Waisak 2025: Hampir 200 Ribu Kendaraan Kembali ke Jabotabek

0
WhatsApp-Image-2025-05-13-at-182313-4268999234

Gelombang arus balik libur panjang Hari Raya Waisak 2025 mulai terlihat pada Senin (12/5/2025), dengan lonjakan signifikan kendaraan yang memasuki wilayah Jabodetabek. Berdasarkan data yang dirilis oleh PT Jasa Marga (Persero) Tbk., tercatat sebanyak 196.901 kendaraan kembali menuju wilayah metropolitan ini melalui empat gerbang tol utama.

Empat gerbang tol tersebut meliputi Gerbang Tol (GT) Cikupa dari arah Merak, GT Ciawi dari arah Puncak, serta GT Cikampek Utama dan GT Kalihurip Utama dari arah Trans Jawa dan Bandung. Jumlah kendaraan tersebut menunjukkan kenaikan signifikan, yakni 50,08% lebih tinggi dibandingkan dengan hari-hari normal.

Lalu lintas dari arah Timur, khususnya dari Trans Jawa dan Bandung, mencatat volume tertinggi selama arus balik. Sebanyak 97.006 kendaraan, atau 49,3% dari total volume kendaraan, tercatat melintas dari jalur ini.

Dari GT Cikampek Utama, tercatat 43.930 kendaraan, naik 73,59% dibanding hari biasa. Sementara dari GT Kalihurip Utama, volume mencapai 53.076 kendaraan, naik tajam sebesar 79,55%.

Total peningkatan lalu lintas dari arah Timur pun mencapai 76,80%, menjadikan jalur ini sebagai titik paling sibuk selama arus balik.

Meski tidak sepadat arah Timur, arus balik dari arah Selatan (Puncak) dan Barat (Merak) juga mencatat lonjakan volume.

Dari GT Ciawi (Puncak) tercatat 52.516 kendaraan, melonjak hingga 72,82% dari biasanya. Sedangkan dari GT Cikupa (Merak), terdapat 47.379 kendaraan, yang mengalami kenaikan moderat sebesar 3,14%.

Distribusi lalu lintas dari ketiga arah ini menunjukkan dominasi arus dari wilayah Timur, seiring berakhirnya masa liburan dan kembalinya masyarakat ke Jakarta dan sekitarnya.

Jasa Marga  terus berkoordinasi dengan aparat kepolisian dan Kementerian Perhubungan guna menjaga kelancaran dan keamanan lalu lintas selama periode arus balik.

Kepadatan yang terjadi, terutama di jalur Timur, menunjukkan pentingnya pengelolaan arus lalu lintas yang lebih dinamis. Dengan volume kendaraan yang melonjak hampir dua kali lipat dari biasanya, rekayasa lalu lintas dan pengaturan kapasitas rest area menjadi kunci dalam mencegah kemacetan panjang.

Jasa Marga menyatakan pihaknya telah menyiapkan sejumlah skenario antisipasi sejak awal libur panjang, termasuk pengalihan arus sementara dan pemantauan ketat melalui sistem Intelligent Traffic System (ITS) yang tersebar di sejumlah ruas jalan tol utama.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *