AS Perpanjang Dukungan Kesehatan untuk Indonesia, Kucurkan Tambahan Rp620 Miliar hingga 2027

0
17629536286914899c6c30c7.17450237 (1)

Pemerintah Amerika Serikat kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan sektor kesehatan Indonesia, khususnya upaya eliminasi tuberkulosis (TBC). Melalui Department of State dan Kedutaan Besar AS di Jakarta, Amerika Serikat menyampaikan rencana penambahan pendanaan sebesar USD 40 juta, sekitar Rp620 miliar, untuk melanjutkan berbagai program kesehatan yang selama ini berjalan.

Tambahan dana tersebut memperkuat rangkaian kerja sama yang telah dilakukan USAID melalui U.S.–Indonesia Bilateral Development Cooperation Fund (BDCF) yang dikoordinasikan Bappenas. Program TBC USAID selanjutnya akan difokuskan pada upaya penyelamatan jiwa, terutama peningkatan deteksi dini, efektivitas pengobatan, dan pengawasan kasus di sejumlah wilayah prioritas. Sebagai catatan, komitmen total USAID untuk sektor kesehatan Indonesia pada 2021–2026 telah mencapai USD 283 juta.

Selain itu, masih terdapat alokasi sekitar USD 99,2 juta dalam skema Grant Implementing Agreement antara USAID dan Kementerian Kesehatan yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat berbagai kegiatan kesehatan, termasuk TBC.

Tim ekonomi Kedutaan Besar AS menjelaskan bahwa perpanjangan kerja sama ini sekaligus menjadi masa transisi menuju kebijakan pendanaan baru di bawah The America First Global Health Strategy. Kebijakan tersebut merupakan bagian dari reformasi program kesehatan global AS yang bertumpu pada tiga pilar: making America safer, stronger, and more prosperous.

Pada pilar Making America Safer, AS menekankan pentingnya pengendalian penyakit menular dari negara mitra sebelum berpotensi masuk ke wilayah AS. Melalui mekanisme pendanaan bilateral, bantuan diarahkan langsung ke layanan kesehatan tingkat pertama, pembangunan sistem data yang transparan, penguatan kapasitas pemerintah lokal, serta dukungan untuk pengadaan obat-obatan, alat diagnostik, dan kebutuhan tenaga kesehatan lapangan. Pendekatan ini sekaligus membuka peluang kolaborasi jangka panjang untuk memperkuat kemandirian pembiayaan kesehatan negara penerima.

Wakil Menteri Kesehatan dr. Benjamin P. Octavianus (dr. Benny) menyambut baik rencana penambahan dukungan tersebut.

“Kolaborasi lintas sektor dan dukungan dari mitra global seperti Pemerintah Amerika Serikat sangat penting untuk memastikan layanan TBC di daerah semakin berkualitas,” ujar dr. Benny.

Ia menegaskan bahwa pemerintah Indonesia terus membangun kemandirian pembiayaan kesehatan yang berbeda dengan model bantuan transaksional yang diterapkan AS di beberapa negara Afrika. Pendekatan ini diharapkan mendorong penguatan sistem kesehatan nasional secara berkelanjutan.

Saat ini, Kedutaan Besar AS masih menanti rancangan draft agreement dari U.S. Department of State yang akan diajukan kepada Pemerintah Indonesia sebagai dasar resmi perpanjangan kerja sama hingga 2027. Dokumen tersebut dijadwalkan diteruskan pada Desember 2025, meski terdapat potensi keterlambatan akibat kemungkinan Federal Government Shutdown di AS.

Dengan dukungan tambahan ini, pemerintah Indonesia optimistis target eliminasi TBC pada 2030 dapat dipercepat, terutama dalam meningkatkan temuan kasus dan memastikan kelanjutan pengobatan bagi pasien di seluruh wilayah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *