Assalamualaikum Beijing 2 Diluncurkan, Dubes RI Tekankan Kekuatan Film dalam Diplomasi Budaya

0
WhatsApp Image 2025-05-19 at 18.01.49

Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Beijing bekerja sama dengan rumah produksi Imperial Pictures menggelar soft launching film “Assalamualaikum Beijing 2: Lost in Ningxia” pada Minggu, (18/5/2025), di Wisma Duta Besar RI, Beijing. Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi diplomasi budaya Indonesia untuk memperkuat hubungan antarmasyarakat melalui medium perfilman.

Lebih dari 150 warga Indonesia menghadiri acara ini, mulai dari pelajar, komunitas keagamaan, hingga para pegiat seni dan budaya. Turut hadir pula perwakilan dari media serta pelaku industri film dari Tiongkok. Dari Indonesia, hadir aktris utama Yasmin Napper, sutradara Guntur Soeharjanto, serta penyanyi muda Hanin Dhiya yang turut memeriahkan acara dengan membawakan lagu-lagu soundtrack film.

Dalam sambutannya, Duta Besar RI untuk Tiongkok, Djauhari Oratmangun, menekankan bahwa film memiliki kekuatan yang melampaui batas geografis dan budaya. Ia menyebut film sebagai media yang efektif dalam menjalin kedekatan emosional antarbangsa.

“Film bukan hanya hiburan. Ia adalah jembatan yang menyampaikan nilai, membangun kepercayaan, dan mempertemukan manusia dari berbagai latar belakang. Cerita yang menyentuh hati bisa menyatukan kita sebagai sesama manusia,” ujar Dubes Djauhari.

Film ini menjadi proyek kerja sama budaya yang mempertemukan Indonesia dan Tiongkok, dengan proses produksi yang dilakukan di dua lokasi: Indonesia dan wilayah Ningxia di Tiongkok. Proyek ini tidak hanya menjadi bagian dari pertukaran budaya, tetapi juga membuka ruang untuk eksplorasi kerja sama ekonomi kreatif yang lebih luas.

Dalam diskusi yang berlangsung usai peluncuran, Dubes Djauhari bersama sejumlah pelaku industri perfilman membahas berbagai potensi kolaborasi lintas negara, mulai dari produksi bersama (co-production), pelatihan teknis di bidang perfilman, hingga distribusi film di kedua negara.

Ia menyoroti pentingnya menjadikan film sebagai salah satu instrumen diplomasi budaya yang berdampak langsung, termasuk pada sektor pariwisata dan promosi produk kreatif nasional.

“Dengan gabungan populasi Indonesia dan Tiongkok yang mencapai hampir 1,7 miliar jiwa, potensi pasar film sangat besar. Produksi lintas negara seperti ini tidak hanya memperkenalkan budaya, tetapi juga memperkuat relasi emosional dan membuka peluang ekonomi baru,” tambah Djauhari.

Film Assalamualaikum Beijing 2: Lost in Ningxia sendiri mengangkat kisah Aisha, seorang jurnalis muda asal Indonesia yang menjalani perjalanan batin dan spiritual saat meliput kehidupan masyarakat di Ningxia. Melalui kisah ini, penonton diajak menyelami makna cinta, pencarian jati diri, serta nilai-nilai kemanusiaan yang bersifat universal.

Film ini dijadwalkan tayang perdana di bioskop Indonesia pada 19 Juni 2025, dan tengah dalam proses penjajakan untuk distribusi di pasar Tiongkok. Kehadiran film ini diharapkan bisa menjadi pembuka jalan bagi produksi film-film kolaboratif lainnya antara dua negara.

Acara peluncuran ditutup dengan penampilan spesial dari Hanin Dhiya, yang membawakan lagu-lagu tema dari film ini. Penonton tampak antusias dan terharu, mencerminkan ikatan emosional yang berhasil dibangun melalui seni.

KBRI Beijing menegaskan komitmennya untuk terus mendukung upaya kreatif semacam ini, sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi kreatif Indonesia di tingkat global.

Mengutip pernyataan Dubes Djauhari di akhir acara: “Terkadang, film adalah cara terbaik bangsa-bangsa saling mengenal. Bukan lewat data atau peta, melainkan melalui wajah-wajah, bisikan hati, dan cahaya yang bergerak di layar. Di situlah cerita kita hidup dan hubungan antarbangsa tumbuh.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *