Melalui Business Matching, ASMINDO dan Dua Asosiasi di Tiongkok Sepakat Perkuat Kerja Sama Industri Furnitur

0
DSC00057

Guna mempererat kerja sama antar pelaku industri furnitur Indonesia dan Tiongkok, Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (ASMINDO) menyelenggarakan acara business matching bersama dua asosiasi furnitur terbesar dari Tiongkok, yakni China National Furniture Association (CNFA) dan Shenzen Furniture Association(SZFA). Pertemuan strategis ini berlangsung di SOUTH78, kawasan Gading Serpong, Tangerang, Banten, pada Senin (19/5/2025).

Acara ini menjadi bagian dari rangkaian upaya jangka panjang dalam memperkuat sinergi antara kedua negara dalam bidang industri kreatif, khususnya sektor furnitur dan kerajinan. Tak hanya menjadi ajang pertukaran informasi dan peluang bisnis, kegiatan ini juga merupakan kunjungan balasan dari pihak Tiongkok, setelah Ketua Umum ASMINDO Dedy Rochimat, melakukan kunjungan kerja ke Tiongkok satu bulan sebelumnya.

Pada sesi utama acara, perwakilan dari ASMINDO, CNFA, dan SZFA secara bergantian mempresentasikan keunggulan produk furnitur dari masing-masing negara. Produk-produk unggulan seperti furnitur rotan, kayu jati, hingga desain modern minimalis diperkenalkan kepada para peserta.

Melalui acara ini,  ASMINDO secara resmi memperkenalkan agenda tahunan terbesar di sektor mebel dan desain interior, yakni IFFINA+ 2025 (Indonesia Meubel & Design Expo).

Pameran furnutur terbesar di Indonesia ini akan digelar pada 17 hingga 20 September 2025 di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, dan tahun ini hadir dengan pembaruan signifikan, terutama lewat identitas barunya, “IFFINA+” dengan mengusung tema “A Showcase of Indonesia’s Finest Furniture and Home Décor”.

Dedy Rochimat menyampaikan apresiasi kepada pelaku usaha asal Tiongkok yang telah menanamkan investasi di Indonesia, khususnya di sektor furnitur

Menurut Dedy, saat ini semakin banyak perusahaan dari Tiongkok yang membangun pabrik di Indonesia. Menariknya, banyak dari perusahaan tersebut dipimpin oleh generasi muda yang dinilai memiliki semangat tinggi serta visi jangka panjang.

“Baru kemarin saya menghadiri pembukaan pabrik baru milik Zhanchen New Material Indonesia di Semarang. Pabrik ini dimiliki oleh teman dari Bapak Hou Kepeng. Saya sangat mengagumi keberanian dan tekad mereka untuk berinvestasi dan membangun industri di sini. Ini adalah contoh positif yang patut diikuti,” ujar Founder & CEO Vivere Group ini.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa investasi dari Tiongkok tidak hanya membawa modal, tetapi juga peluang kerja sama lintas negara di tengah tantangan global seperti persoalan tarif impor. Menurutnya, kondisi ini mendorong negara-negara untuk menjalin kemitraan produksi dan distribusi demi memperluas pasar.

“Masalah tarif impor menjadi perhatian global, dan banyak negara mencari cara untuk bisa menjual produk mereka ke luar negeri melalui kolaborasi. Dalam konteks ini, masuknya investasi Tiongkok ke Indonesia justru menjadi kesempatan emas, baik untuk membangun industri lokal maupun memperkenalkan pasar Indonesia ke dunia,” jelas Dedy.

Ia juga menyoroti potensi besar yang dimiliki Indonesia untuk ekspor ke Tiongkok, terutama produk-produk furnitur khas yang tidak dapat diproduksi secara lokal di sana.

“Kita punya keunikan yang luar biasa, seperti rotan, solid wood, dan wall decor. Ini adalah produk yang memiliki nilai budaya dan karakter kuat. Pasar Tiongkok sangat potensial jika kita bisa mengenalkan produk ini dengan strategi yang tepat,” ungkapnya.

Pada kesempatan ini, Dedy  mengajak seluruh pelaku industri dalam negeri untuk terus berinovasi dan memperkuat daya saing produk furnitur Indonesia di pasar global.

“Kita tidak boleh hanya menunggu. Kita harus aktif membuka jalan, berkolaborasi, dan belajar agar industri furnitur Indonesia dapat tumbuh dan diakui di dunia,” pungkasnya.

Apresiasi juga disampaikan Chairman of SZFA Hou Kepeng kepada Ketua Umum ASMINDO yang dinilai berhasil menciptakan ruang dialog dan peluang kerja sama konkret antara dua negara.

“Terima kasih banyak kepada Bapak Dedy selaku Ketua Umum ASMINDO yang telah mengatur acara penting ini. Kami sangat menghargai kesempatan untuk menjalin komunikasi langsung antara industri perusahaan Tiongkok dengan pelaku industri furnitur Indonesia,” ujar Hou.

Menurutnya, forum ini menjadi momentum strategis untuk membangun relasi bisnis yang lebih erat sekaligus membuka peluang pengembangan pasar yang lebih luas di Indonesia. Hou menyampaikan bahwa salah satu tujuan utama SNFA adalah mendorong perluasan pasar anggota-anggotanya, dan Indonesia dipandang sebagai negara dengan potensi besar.

“Visi kami adalah mengembangkan pasar yang besar di Indonesia. Kami juga ingin mengeksplorasi peluang kerja sama dengan para anggota ASMINDO, termasuk kemungkinan untuk mendirikan pabrik di Indonesia. Ini tentu akan memberikan manfaat ganda, baik dari sisi ekspansi bisnis maupun penciptaan lapangan kerja lokal,” paparnya.

Lebih lanjut, Hou Kepeng menegaskan bahwa langkah konkret dari kolaborasi ini akan dilanjutkan dengan partisipasi perusahaan-perusahaan asal Shenzhen dalam ajang pameran IFFINA+ 2025.

“Sebagai tindak lanjut dari visi dan kolaborasi ini, kami akan mendorong perusahaan-perusahaan dari Shenzhen untuk ikut serta dalam IFFINA+ 2025. Ini adalah langkah nyata untuk memperluas sinergi dan mempererat hubungan industri antara Tiongkok dan Indonesia,” tegasnya.

Acara business matching ditutup dengan kunjungan ke showroom VIVERE Group yang berada di SOUTH78 lantai 3 dan 3A.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *