Atasi Paham Radikal di DIY, Divisi Humas Mabes Polri Selenggarakan Penyuluhan

0
WhatsApp Image 2017-09-18 at 20.39.13

Di era modern saat ini, di saat informasi semakin mudah diakses, semakin kaburlah posisi antara informasi yang positif dengan informasi yang negatif di kalangan masyarakat luas. Bahkan atas dasar kepentingan, sudah semakin banyak aksi personal maupun kelompok memanipulasi informasi yang beredar guna mengembangkan paham radikal dan anti-Pancasila di tanah air tercinta ini.

Dan pada kenyataannya, saat ini sudah semakin berkembang isu paham radikal dan anti-Pancasila khususnya di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), guna mengatasi, mengantisipasi, menghadapi dan mempersiapkan masyarakat atas isu yang semakin meresahkan ini, Divisi Humas Mabes Polri berkolaborasi dengan Polda DIY mengadakan kegiatan penyuluhan dan sosialisasi di berbagai lingkungan sekolah di DIY.

Wakil kepala sekolah SMA 1 Piyungan, Agus Yuana mengatakan, kegiatan penyuluhan kontra radikalisme yang diselenggarakan oleh Polda DIY sangat bermanfaat untuk pembinaan siswa-siswinya. Karena nantinya anak-anak muridnya akan menjadi warga yang baik dan taat aturan.

“Dengan adanya penyuluhan seperti ini, siswa siswi kita akan terbekali, sehingga tidak terjerumus dengan paham radikalisme,” ungkap Agus kepada tim Eljohnmedia di SMAN 1 Piyungan, Bantul, Yogyakarta.

Rombongan Humas Polri dan Polda DIY kemudian menyambangi sejumlah tokoh seperti Kiai H. Abdul Muhaimin dan Buya Syamsul Ma’arif untuk berdialog terkait isu paham radikal yang ada di Kota Pelajar ini.

Sementara itu Kepala Bagian Perencanaan dan Adminstrasi Divisi Hubungan Masyarakat Mabes Polri Komisaris Besar Polisi Bagas Uji Noegroho mengungkapkan pembinaan dan penyuluhan radikalisme dan intoleransi ini merupakan wujud implementasi program promotor Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.

“Melalui kegiatan ini kita harapkan generasi muda peka terhadap gerakan-gerakan yang menyimpang dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila. NKRI dan Pancasila adalah sebuah keharusan dan harga mati,” kata Bagas.

Rangkaian kegiatan yang bertajuk ‘Kontra Radikal’ ini berlangsung selama 5 hari mulai dari Senin, 18 September 2017 hingga Jumat 22 September 2017 akan mengunjungi beberapa tempat seperti perkumpulan Aliansi Bela Garuda, Lapas Wirogunan, SMA 1 Wonosari dan di Pondok Pesantren Al Gifari Sidorejo Lendah Kulonprogo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *