Bagi anda yang ingin membeli kosmetik yang aman

0

1590_loreal_kosmetik_im_mix

Kosmetik merupakan salah satu hal yang bisa dibilang wajib bagi seorang wanita. Sebab dengan memakai kosmetik di berbagai kesempatan tentunya akan menunjang penampilan seorang wanita khusunya untuk di acara-acara tertentu. Dengan kosmetik seorang wanita juga akan selalu tampak segar. Namun tidak semua kosmetik yang dijual dipasaran bisa cocok dan sesuai dengan jenis kulit anda.

Bukan hanya itu yang lebih berbahaya lagi jika kosmetik tersebut mengandung bahan berbahaya seperti merkuri yang tentunya akan berefek buruk bagi kulit wajah anda. Selain itu adapula kosmetik yang belum diuji secara resmi oleh laboratorium tertentu, sedangkan produknya sudah banyak digunakan oleh banyak orang. Bagi anda yang menggunakan produk kosmetik sebaiknya melihat apakah ada label halal ataupun tidak.Sebagian produk baik makanan maupun kosmetik terdapat label halal pada kemasannya.

Label halal tersebut tentunya berasal dari nomor sertifikasi halal dari LPPOM MUI (Lembaga Sertifikasi Halal di Indonesia). Hal tersebut bisa membuktikan bahwa produk tersebut telah diuji oleh lembaga tersebut untuk mengetahui kandungan yang ada dalam produk, terasuk kosmetik. Pastikan produk kosmetik memiliki kode legal dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Depkes RI. Tanpa kode legal berarti tidak adanya pihak yang mau menjamin keamanan produk tersebut. Kode yang perlu dipahami adalah:

  • CD untuk kosmetik produksi lokal
  • CL untuk kosmetik impor
  • TR untuk produk yang tergolong jamu tradisional
  • TL untuk produk yang tergolong jamu impor

Komposisi bahan yang ada pada kosmetik menjadi hal yang sangat penting bagi anda. Perhatikan apakah ada zat yang haram ataukah berbahaya bagi kulit. Diantara yang perlu diperhatikan adalah:

  • Merkuri/ Hg. Hal ini termasuk logam berat yang berbahaya bagi tubuh. Pada kulit bisa menyebabkan bintik hitam, alergi, dan iritasi ringan, hingga berat. Merkuri tidak dapat diurai tubuh, menembus lapisan kulit dan dan menumpuk pada ginjal. Pada paparan jangka pendek saja bisa menyebabkan diare, dan kerusakan paru-paru, sementara pada pemakaian jangka panjang bisa merusak ginjal dan otak. Merkuri masih bisa ditemukan pada beberapa produk kosmetik ilegal, yang seringkali bahkan tidak memiliki keterangan dalam bahasa Indonesia.
  • Zat ini termasuk obat keras. Di luar negeri sudah dilarang penggunaannya. Tetapi di Indonesia masih ditolerir hingga batas toleransi 2%. Paparan hidroquinon bisa menyebabkan iritasi kulit sehingga menjadi merah, terbakar. Lebih lanjut bisa menyebabkan kerusakan ginjal, kanker darah dan kanker hati.
  • Pewarna Merah K.10 (Rhodamin B) dan Zat Pewarna K.3; zat warnan sintetis yang umumnya ada pada industri tekstil dan bersifat karsinogen.
  • Lemak dan segala turunannya yang berasal dari hewan yang diharamkan.
  • Kolagen yang berasal dari hewan yang diharamkan.
  • Elastin yang berasal dari hewan yang diharamkan.
  • Ekstrak plasenta yang berasal dari hewan yang diharamkan atau dari manusia.
  • Amnion (ketuban) yang berasal dari hewan yang diharamkan.
  • Gelatin yang berasal dari hewan yang diharamkan.
  • Chivet atau hormon dari kelenjar-kelenjar yang berasal dari hewan yang hukumnya haram atau najis.

Selain itu anda juga masih harus memperhatikan petunjuk pemakaian atau aturan pakai perlu diperhatikan, agar hasil yang diperoleh maksimal namun tetap sesuai dengan standard keamanan. Melihat batas masa kadaluarsa suatu produk kosmetik juga suatu yang penting dilakukan dan tidak boleh terlewatkan.

Meskipun hal ini sangat penting namun tak jarang banyak orang yang lupa memperhatikannya karena mereka percaya begitu saja bahwa semua produk yang terpajang di toko itu masih bagus dan baru. Perlu Anda ingat bahwa tidak semua jenis kosmetik dapat sesuai dengan kulit Anda. Produk kosmetik yang aman digunakan oleh orang lain belum tentu aman bagi kulit kita, karena setiap orang memiliki jenis kulit yang berbeda-beda. Pewangi buatan, atau dikenal dengan fragrance, pada umumnya mengandung banyak zat kimia berbahaya yang mudah terekspos tubuh karena mudah meresap ke pori-pori lalu masuk ke aliran darah. (arf)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *