Bangun Ekosistem Film Yang Lebih Baik, Bekraf dan YCCI Gagas LOCK
Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bersama Yayasan Cipta Citra Indonesia Foundation (YCCIF) menggagas Laboratorium Olah Cerita dan Kisah (LOCK)yaitu International Film Lab untuk sineas perfilman nasional sebagai salah satu upaya Bekraf membangun ekosistem perfilman yang lebih baik.
“Bekraf memiliki tanggung jawab untuk mendukung perkembangan film nasional khususnya dalam hal peningkatan kapasitas SDM para film maker nasional sehingga bisa bersinergi baik lokal maupun intenational menciptakan produk-produk film berkualitas,” ujar Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Ricky J. Pesik saat membuka kegiatan LOCK secara resmi di Jakarta, Rabu (21/8/2019).
Kegiatan ini berlangsung pada 19 hingga 28 Agustus 2019 di Jakarta dan diikuti sebanyak 11 proyek film dengan 26 peserta yang telah dikurasi. Selama 10 hari kegiatan, peserta mendapatkan mentoring langsung dari mentor internasional diantaranya Director, Full Circle Lab-France, Matthieu Darras; Producer-France, Didar Domehri; Scriptwriter, Director-Paraguay, Marcello Martinessi; Producer, Programmer-Brazil, Tatiana Leite; Director, Editor, Cameraman-Germany, Sebastian Winkels; Scriptwriter-Egypt, Ayman El Amir.
Laboratorium ini dibagi menjadi dua Lab, yaitu Editing Lab dan Story Development Lab. Editing Lab memungkinkan peserta untuk mempresentasikan hasil proyek film yang telah mereka buat dan masih dalam proses editing tahap awal (rough cuts). Dilanjutkan dengan proses review dan sesi konsultasi langsung dengan mentor untuk memperoleh masukan agar narasi bisa lebih terstruktur.
Sedangkan Story Development Lab, tim dalam kategori ini akan mendiskusikan ide cerita mereka dalam 3 sesi atau tahapan, yaitu plenary presentation and discussions, peer consultation in smaller groups dan individual consultation sessions. Dengan lab ini diharapkan pengembangan cerita dari masing-masing proyek dapat semakin matang dan pesan yang ingin disampaikan melalui proyek film tersebut dapat tersampaikan dengan baik kepada penontonnya.
“YCCIF mengidentifikasi kebutuhan untuk meningkatkan kemampuan storytelling bagi para pembuat film Indonesia sehingga mereka selalu menggali potensi baru dan meningkatkan kualitas karya mereka agar sesuai dengan kebutuhan industri yang berkembang pesat, untuk itu kami bersama Bekraf menggagas LOCK sebagai upaya menjawab kebutuhan tersebut” ujar Co-Founder YCCIF, Meiske Taurisia.
Selain dua Lab tersebut, terdapat mini session yang memberikan kesempatan untuk profesional di bidang industri film saling bertemu dan berdikusi tentang pengalaman mereka di dunia perfilman sekaligus membangun networking di saat bersamaan. Bekraf dan YCCIF juga menyelenggarakan public lecture yang masih merupakan rangkaian kegiatan LOCK tahun ini. Public Lecture memfasilitasi 100 peserta yang berasal dari komunitas film, pelaku industri film ataupun masyarakat umum yang ingin tahu lebih dalam tentang industri film khususnya proses produksi film.
Dengan adanya program ini, Bekraf berharap dapat membantu memperkuat ekosistem perfilman khususnya pada penguatan kapasitas SDM film nasional sehingga bisa mendorong keberagaman dan kualitas perfilman nasional. (Sumber Bekraf)
