Banjar SDHD & KBB Siap Hadirkan Gebogan, Baleganjur, dan Calonarang di PNBK 3

0
WhatsApp Image 2025-11-26 at 10.04.20 (1)

Banjar Suka Duka Hindu Dharma (SDHD) Bekasi kembali bekerja sama dengan Pokdarwis Kampung Bali Bekasi (KBB) untuk memeriahkan gelaran Pesona Nusantara Bekasi Keren (PNBK) Jilid 3. Dalam acara tahunan tersebut, mereka akan menghadirkan sejumlah sajian budaya khas Bali, mulai dari prosesi Mapeed Gebogan, Tabuh Baleganjur, hingga Tari Calonarang. Pawai akbar ini dijadwalkan berlangsung Minggu pagi, 7 Desember mendatang.

PNBK Jilid 3 yang sebelumnya tertunda akibat aksi demonstrasi besar pada akhir Agustus, akhirnya resmi diumumkan siap digelar. Kegiatan ini dikenal sebagai salah satu pesta budaya terbesar di Kota Bekasi, menghadirkan beragam tradisi dari berbagai daerah Nusantara, mulai dari parade kostum, pertunjukan tari dan musik daerah, marching band, hingga partisipasi UMKM lokal.

Pada PNBK pertama tahun 2022 di Stadion Patriot Chandrabaga, Banjar SDHD Bekasi dan Pokdarwis KBB pernah terlibat dengan menurunkan 75 seniman tari dan tabuh, menampilkan Tari Garuda bertema “Bersatu dalam Keberagaman” yang diiringi tabuh Baleganjur. Penampilan tersebut mendapatkan standing applause dari Gubernur Jawa Barat saat itu, Ridwan Kamil, Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, serta Guruh Soekarno Putra, seniman sekaligus anggota DPR.

Untuk PNBK Jilid 3, pawai akan dimulai pukul 06.00–11.00 WIB dengan rute dari Pendopo Kantor Wali Kota Bekasi, berputar arah di RS Mitra Keluarga, lalu berakhir di Panggung Kehormatan Plaza Patriot Chandrabaga.

Sutradara PNBK sekaligus Ketua Gema Nusa Patriot Kota Bekasi, Alamsyah Pradja, menyatakan bahwa barisan para ibu pembawa Peed Gebogan serta para penabuh Baleganjur direncanakan menempati posisi paling depan. Mereka akan mengiringi parade kuda yang membawa sejumlah tokoh penting, di antaranya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe, Dandim 0507 Bekasi Letkol Krisrantau Hermawan, dan Ketua DPRD Kota Bekasi Sardi Efendi. Pawai juga akan diramaikan dengan kemunculan Kereta Kencana dan atraksi budaya lainnya.

Prosesi Mapeed Gebogan sendiri merupakan tradisi membawa susunan sesaji buah, bunga, serta jajanan yang ditata tinggi menyerupai gunung sebagai simbol rasa syukur. Sementara itu, penampilan Tari Calonarang berdurasi tiga menit akan mempertontonkan pertarungan simbolis antara Barong (Dharma) dan Rangda (Adharma), menggambarkan konsep Rwa Bhineda atau dualitas kehidupan. Pesan moral dari pertunjukan ini mengajak masyarakat untuk selalu mawas diri, mampu mengendalikan sisi gelap dalam diri, serta memilih jalan kebenaran dalam menjalani kehidupan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *