EconomicInvestmentTechnology

Bank Indonesia Kaji Penerbitan Mata Uang Digital

Bank Indonesia (BI) saat ini tengah mengkaji penerbitan mata uang digital atau Central Bank Digital Currency (CDBC).

“Kami masih proses kajian awal, dan kajiannya akan terus kami lakukan lebih dalam lagi seperti yang dilakukan oleh Bank Sentral lain di dunia,” ujar Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Onny Widjanarko di Jakarta, Kamis (1/2).

Onny menuturkan pihaknya menargetkan kajian tersebut setidaknya akan selesai pada 2020 mendatang. Menurut dia proses kajian mendalam membutuhkan waktu yang cukup panjang karena kompleksitas indikator dan implikasi.

“Kajian harus clear dulu kalau sudah baru diputuskan go atau not go, jadi akan kami teliti terus,” u ungkapnya.

Onny menjelaskan kajian yang dilakukan mencakup tentang biaya dan keuntungan atau cost and benefit CDBC hingga referensi penerapan serta kajian yang telah lebih dulu dilakukan di negara. Salah satu negara yang telah melakukan uji coba CDBC adalah Ekuador.

“Kalau belum cermat kajiannya ya nggak akan dilakukan, Inggris sudah mulai kajian sejak 2016 tapi sampai sekarang belum selesai, langkah Ekuador ini berani,” kata Onny.

Poin penting dari kajian itu menurut Onny adalah terkait dengan dampak atau implikasinya terhadap stabilitas sistem moneter, sistem keuangan, sistem pembayaran, dan perlindungan konsumen.

“Begitu dengan dengan kesiapan infrastruktur juga pengamanannya nanti, kami ingin melihat semuanya,” katanya.

Selanjutnya, Bank Indonesia juga harus melakukan harmonisasi dan menelaah regulasi yang telah ada seperti undang-undang mata uang.

“Tujuan dari CDBC ini untuk menghargai teknologi menyesuaikan, jadi nanti seperti mata uang rupiah sekarang tapi digital,” tambahnya.

Show More

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button