Bappenas dan Metropoli Kolaborasi Kembangkan 10 Destinasi Wisata Baru
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro bersama Pendiri dan Presiden Kehormatan Fundacion Metropoli Dr. Alfonso Vegara menandatangani Nota Kesepahaman tentang Solusi Bersama Kota dan Wilayah yang Berkelanjutan di Indonesia, di Ruang Rapat Menteri PPN/Kepala Bappenas, Kamis, 11 Januari 2018.
Bambang mengatakan bahwa kerjasama ini utamanya bertujuan untuk mengembangkan 10 destinasi wisata baru. Kerjasama tersebut, merupakan amanat Presiden Joko Widodo (Jokowi) di sektor Pariwisata. Dalam amanatnya Presiden menekankan pentingnya perencanaan wilayah, khususnya wilayah yang menjadi 10 Bali baru.
“Kita berharap dengan keterlibatan Fundacion Metropoli ini dapat membantu Indonesia untuk menciptakan sepuluh daerah wisata baru yang akan menarik para turis mancanegara untuk berkunjung ke Indonesia. Untuk itu, kita akan mulai dengan Bintan,” jelas Menteri Bambang setelah acara penandatanganan tersebut.
Adapun lima area kerjasama yang termasuk dalam nota kesepahaman tersebut adalah: (1) Knowledge Co-Creation in Urban Solutions; (2) Sustainable Cities and Communities Policy Networking; (3) Joint Fellowship Progamme; (4) Indonesia Futrure Regional and Cities Lab Alliance; dan (5) Piloting Project (Incubation) of Sustainable Cities and Regions Concept.
Fundacion Metropoli merupakan konsultan asal Spanyol yang ahli dalam perencanaan kota dan wilayah dengan mempertimbangkan kondisi sosial ekonomi dan potensi yang dimiliki oleh wilayah tersebut. Konsultan yang menerima banyak penghargaan dari PBB, Uni Eropa, dan Dewan Perencana Spasial Eropa ini juga mahir dalam merancang, memvisualisasi, dan memproyeksikan bagaimana perkembangan wilayah ke depannya.
Bambang optimis kerjasama ini dapat berhasil, dan tidak terkecuali untuk menghasilkan daerah wisata di Indonesia Timur. “Karena Fundacion Metropoli telah berhasil membuat basework untuk Bintan, ini saatnya untuk mengimplementasikan perencanaan yang lebih detail. Setelah itu, kita akan mulai apakah untuk mendapatkan potensial investor atau pemerintah akan muncul dengan skema pembiayaan alternatif,” pungkas Bambang.
