Bekraf ‘Bocorkan’ Kunci Sukses Bagi Para Pelaku Usaha Pemula
Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) memliki terobosan baru guna mendorong tingkat keberhasilan pelaku usaha pemula sejak awal (pre-starup) agar bisnis mereka berjalan baik. Di mana para pre-startup memiliki pengalaman terbatas, keterampilan manajerial minim, jejaring usaha sedikit, atau dukungan dan kepercayaan publik yang kurang.
Bekraf menghadirkan ‘Bekraf for Pre-Startup’ (Bekup), yakni program penyiapan pre-startup pada subsektor aplikasi, games, animasi, desain, dan fashion.
“Program ini bertujuan untuk menaikkan tingkat keberhasilan pre-startup pada periode awal pembentukannya dan diharapkan menjadi sebuah solusi efektif untuk mengurangi tingkat kegagalan pre-startup yang mencapai angka 90%,” ujar Kepala Bekraf, Triawan Munaf dalam penjelasan resminya, Jumat (3/6/2016).
Penyiapan pre-startup dalam program Bekup dilakukan melalui pembekalan pengetahuan dan keterampilan teknis serta manajemen dalam membangun usaha. Tahapan program Bekup meliputi pembangunan talenta (talent development), penyiapan pendiri (founder preparation), dan pra-inkubasi (pre incubation).
Program ini dihadirkan untuk menaikkan tingkat keberhasilan pre-startup pada periode awal pembentukannya, serta menjadi solusi untuk mengurangi tingkat kegagalan.Pada tahap awal, Bekraf menggelar Traning of Trainers (TOT) bagi calon mentor program Bekup dari 14 daerah di Indonesia. Melalui ToT ini, para mentor dipersiapkan untuk dapat membina dan membimbing para pre-startup di daerahnya.
Melalui Bekup, Bekraf berharap dapat menghindarkan para pelaku pre-startup dari periode lembah kematian (valley of death). Workshop dilakukan secara serentak dimulai di 10 (sepuluh) Digital Innovation Lounge (DILO) di seluruh Indonesia (Jakarta, Bogor, Tangerang, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Malang, Denpasar, Medan, dan Makassar) selama sebulan, Juni 2016 dengan total 8 kali pertemuan.
Tahapan berikutnya adalah penyiapan pendiri, dilanjutkan dengan preinkubasi yang akan diadakan hingga akhir 2016. Target program ini adalah mencetak 100 tim yang terdiri dari 1.200 talenta yang siap untuk menjadi startup.
