Bekraf dan BPI Semakin Lekatkan Para Filmmakers dengan Investor
Demi menjaring talenta filmmakers Indonesia sekaligus membekali teknik membuat proposal komunikatif hingga ide film yang menarik investor, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerjasama dengan Badan Perfilman Indonesia (BPI) mengadakan sosialisasi Akatara 2018.
Akatara merupakan platform matchmaking, tempat pertemuan antara filmmaker dengan calon investor. Kerjasama dengan BPI dimaksudkan untuk meningkatkan akses pendanaan film bagi perkembangan perfilman Indonesia.
“Ini sebuah pitching forum, dimana filmmakers yang terpilih melakukan pitch atas project yang mereka inisiasi, tapi by selection juga,” kata Deputi Akses Permodalan Bekraf, Fadjar Hutomo, di Ruang Mahoni, Savana Hotel, Kota Malang.
Lewat sosialisasi Akatara 2018 ini Bekraf memfasilitasi lebih dari 100 orang termasuk filmmakers, komunitas film, dan penggiat film di Malang, Rabu (2/5).
“Malang dipilih sebagai salah satu kota tujuan roadshow, dengan pertimbangan bahwa Malang memiliki ekosistem perfilman yang lebih baik dari daerah lain,” tambahnya.
Malang memiliki banyak filmmakers yang berkompeten, salah satunya pada 2017 silam, saat pertama kali diadakan sudah terjadi beberapa kesepakatan pendanaan investor dengan filmmakers, yaitu film Satu Jiwa untuk Indonesia (DBA 2), yang pitching di depan investor.
Bekraf sebagai penghubung filmmakers dan investor berharap lebih banyak lagi proyek film Indonesia yang didanai. Sebab itu, Bekraf membuka pendaftaran bagi filmmakers yang ingin mengikuti Akatara Indonesian Film Financing Forum pada 18-20 September 2018.
Dengan mengirimkan proposal proyek filmnya, filmmakers kategori animasi, dokumenter, dan fiksi, dapat mendaftar secara online di website www.indonesiafilmfinancing.id dari tanggal 20 Juni sampai 20 Juli 2018.
