Belajar Bisnis dari Pendiri Instagram

0
IGram

Sekitar 400 juta orang di dunia memiliki akun Instagram, Indonesia bahkan menjadi salah satu negara dengan pengguna terbanyak.

Kesuksesan Instagram diawali dengan jelinya CEO dalam melihat peluang. Saat pertama kali memutuskan membuat perusahaan berbasis internet, Kevin Systrom dan Mike Krieger menciptakan aplikasi Burbn sebelum akhirnya menjadi Instagram pada tahun 2010 karena dinilai sangat potensial.

Anda juga bisa belajar dari pengalaman bisnis mereka untuk membangun bisnis Anda sendiri. Berikut pelajaran bisnis yang bisa dipelajari dari pendiri Instagram tersebut:

  1. Mengidentifikasi pasar

Awalnnya, Systrom dan Krieger membangun aplikasi Burbn, aplikasi yang dapat digunakan untuk check in tempat dan share foto. Namun, melihat kebutuhan pasar yang lebih suka berbagi foto disbanding fitur lainnya, akhirnya Systrom dan Krieger berubah haluan dan fokus pada layanan sharing foto yang diberi nama Instagram.

  1. Dengarkan klien

Ketika mendapat masukan dari salah satu klien tentang filter foto di Instagram yang dapat membuat foto menjadi lebih bagus, Systrom dan Krieger tidak marah, mereka malah senang dengan masukan tersebut, sehingga akhirnya mereka membuat filter foto di Instagram seperti yang bisa Anda gunakan saat ini.

  1. Belajar dari kegagalan dan melangkahlah maju

Kegagalan yang dialami Systrom saat membangun aplikasi Burbn tidak menyurutkan semangatnya untuk sukses. Setelah gagal dengan Burbn, Systrom mempelajari kesalahannya, memperbaikinya, hingga sukses seperti sekarang dengan Instagram nya.

  1. Menerima saat salah

Cobalah untuk menerima kritikan dari teman ataupun orang di sekitar ketika Anda melakukan kesalahan, karena dari kesalahan justru kita akan dapat banyak pelajaran. Seperti yang dialami Systrom dan Krieger saat bermasalah dengan Facebook yang justru akhirnya sekarang membuat Instagram dan Facebook saling support demi kenyamanan penggunanya.

  1. Hargai saat keberuntungan Anda berubah

Setiap manusia diciptakan dengan keberuntungan-keberuntungan sendiri di hidupnya. Sama halnya dengan Systrom dan Krieger yang memaknai hal tersebut dengan terus mengembangkan Instagram walapun banyak sekali saingan menghadang di depan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *