Bersama Moeldoko, Mentan Panen Padi di Karawang
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Karawang, Jawa Barat. Dalam kunjungan tersebut, Mentan SYL melakukan panen raya bersama Ketua HKTI Moeldoko dan Muspida Kabupaten Karawang, serta memberikan bantuan mesin pemanen padi kepada sejumlah kelompok tani setempat.
Mentan bersama Moeldoko melakukan panen bersama di desa curug kecamatan klari kabupaten karawang, Jawa Barat. Padi yang dipanen kali ini merupakan kualitas terbaru yakni Super Genjah M70D yang merupakan hasil riset dari tim yang dipelopori oleh ketua HKTI Moeldoko.
Selain melakukan panen bersama Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) dan Ketua HKTI Moeldoko juga melakukan dialog dengan petani setempat serta memberikan bantuan alat pertanian berupa mesin panen padi kepada sejumlah kelompok petani setempat, diharapkan dengan bantuan ini lebih meningkatkan produktivitas para petani setempat.
Mentan mengaprisiasi hasil panel terbaru tersebut Mentan berharap daerah dapat bersama-sama menjaga stok pangan nasional.
“Setiap daerah, bupati, bersama seluruh muspidah menjaga ketahanan daerahnya dan kita di tingkat nasional apa yang kita lakukan dengan pak Moeldoko hari ini bagian-bagian untuk mendorong berbagai temuan-temuan baru di bidang pertanian yang bisa menjanjikan produktivitas yang semaking meningkat, kita mencoba jalannya sehingga kos produksinya lebih rendah” Ucap Mentan
Pada kesempatan yang sama Jend (purn) Moeldoko, mengatakan jika varitas M70D sudah di uji bersama dengan tim peneliti di Jawa Timur dimana hasilnya terdapat perubahan produksi signigikan dari waktu ke waktu yang tadinya produksi 5,5 ton/ha dapat ditingkatkan sampai diatas 8 ton/ha.
“Saya meminta pada tim riset agar, anakannya harus banyak, kedua malay nya harus banyak, yang ketiga rasanya enak, yang keempat waktunya harus pendek ini bentuk-bentuk insentifikasi yang kita tuju. Dan ini memakan waktu sekitar 4 tahunan,” ucap Moeldoko.
Moeldoko juga mengungkap keunggulan varietas M70D, berorientasi kepada hasil yang lebih banyak dan tahan hama, serta umur tanam yang lebih pendek menjadi panen 75 HST, dibandingkan rata-rata lainnya 110 HST.
“Berarti ada penghematan luar biasa. Sudah hemat, waktunya pendek berikutnya hamanya juga cukup tahan, hasilnya sangat bagus dan rasanya enak semuanya terpenuhi,” tungkasnya.
