Presiden Intruksikan Percepat Pembangunan Kampung Nelayan, Target Mei Rampung
Salah satu Kampung Nelayan Merah Putih yang sudah dibangun pemerintah (Foto: Kementerian Kelautan dan Perikanan)
El John News, Jakarta-Pemerintah terus mempercepat pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir. Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menyampaikan bahwa langkah ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto kepada jajaran kementerian terkait.
Menurut Trenggono, progres pembangunan kampung nelayan hingga kini menunjukkan perkembangan signifikan dan akan terus dipacu dalam beberapa waktu ke depan. Pemerintah menargetkan percepatan pengerjaan hingga akhir Mei agar manfaatnya segera dirasakan masyarakat pesisir.

“Kita sudah membangun 100 titik, 65 tahap satu, 35 tahap kedua. Dan kemudian itu totalnya 100 akan rampung sampai Mei”
Tak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, pemerintah juga menaruh perhatian pada pengelolaan kawasan serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di dalamnya. Hal ini dinilai penting agar kampung nelayan dapat berkembang secara berkelanjutan dan mandiri.
“Kemudian pengawakan dari Kampung Nelayan, kan penting juga. Itu salah satu yang kita bahas dengan Bapak Presiden,” tambahnya.
Ke depan, pemerintah menyiapkan pengembangan lebih besar dengan membangun 1.000 Kampung Nelayan tambahan pada 2026. Program tersebut akan dijalankan secara paralel dengan prioritas wilayah Indonesia Timur yang dinilai memiliki potensi besar di sektor kelautan dan perikanan.
“Yang seribu berikut di tahun 2026 secara paralel kita akan kerjakan dan fokusnya adalah ke Indonesia Timur,” ungkapnya.
Selain itu, Trenggono juga mengungkapkan adanya rencana kerja sama dengan Pemerintah Inggris dalam pengadaan kapal. Saat ini, rencana tersebut masih dalam tahap kajian bersama berbagai kementerian dan lembaga untuk memastikan kesiapan industri galangan kapal dalam negeri.
“Persiapan semuanya, seperti galangan kapal di Indonesia ada berapa, yang sanggup, yang sesuai. Itu semua kita sedang analisis bersama. Mudah-mudahan nanti segera bisa cepat. Karena targetnya dua tahun harus sudah jadi,” jelasnya.
