Bertemu Dengan Ketum PSMTI, Jaksa Agung Sampaikan Korps Adhyaksa Siap Terima Suku Tionghoa-Indonesia
Ada moment bersejarah yang diukir PSMTI dibawah kepemimpinan Wilianto Tanta. Momen itu, yakni digelarnya pertemuan antara Ketua Umum Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Wilianto Tanta bersama jajaran pengurus PSMTI dengan Jaksa Agung RI Sanitiar Burhanuddin.
Pertemuan yang penuh keakraban ini, dilangsungkan di kantor Kejaksaan Agung RI, Jakarta pada Selasa (02/08/2022) dan menerapkan protokol kesehatan. Kedatangan Ketua Umum PSMTI bersama jajaran pengurus disambut hangat Jaksa Agung yang didampingi sejumlah pejabat Kejaksaan Agung.
Di awal pertemuan, Ketua Umum PSMTI memperkenalkan satu persatu pengurus yang ikut dalam pertemuan tersebut. Para pengurus yang hadir, di antaranya Ketua Dewan Pembina PSMTI Eddy Hussy, Sekretaris Umum PSMTI Raymond A Arfandy, Koordinator Wakil Ketua Umum Departemen Organisasi, Kumham dan Kelembagaan Peng Suyoto, Koordinator Wakil Ketua Umum Departemen Teknologi Informasi, Marga, Ormas Tionghoa dan Hubungan Luar Negeri Martinus Johnnie Sugiarto, Wakil Ketua Umum Departemen Organisasi Hasan Karman, Wakil Ketua Umum Departemen Kaderisasi Johnny Situwanda, Wakil Ketua Umum Korwil Jateng-DIY-Jatim Teguh Kinarto, Wakil Ketua Umum Korwil Christian Chandra dan dan Direktur Eksekutif Karya Elly.

Setelah itu, Wilianto Tanta menyampaikan sejarah PSMTI dan perkembangannya hingga saat ini kepada Jaksa Agung.
“PSMTI merupakan organisasi kemasyarakatan suku Tionghoa Warga Negara Kesatuan Republik Indonesia tingkat nasional yang berdiri sejak 28 September 1998 yang telah tersebar di 31 Provinsi serta 300 kota/kabupaten se-Indonesia. PSMTI bersifat sosial, budaya dan kemasyarakatan sebagai wadah komunikasi, interaksi, penyerap dan penyalur aspirasi suku Tionghoa di Indonesia dengan lembaga negara, instansi pemerintah, organisasi dan komponen masyarakat lain,” terang Wilianto Tanta.
Tak lupa pada kesempatan ini, Wilianto menyampaikan program PSMTI yang sedang digalakan yakni mendorong generasi muda suku Tionghoa Indonesia untuk masuk arus besar Pemerintah, salah satunya Kejaksaan Agung.

“Kami sedang menyiapkan talenta muda suku Tionghoa Indonesia untuk berdedikasi kepada negara dengan masuk ke arus besar Pemerintah, seperti Kejaksaan Agung,” tegas pengusaha sukses asal Makassar ini.
Jaksa Agung menyambut baik tekad PSMTI tersebut. Menurutnya, Kejaksaan Agung siap menerima siapapun yang ingin bergabung bersama korps Adhyaksa, termasuk suku Tionghoa-Indonesia.
“Kejaksaan terbuka bagi semua anak bangsa termasuk dalam hal ini WNI suku tionghoa, saat ini juga sudah ada beberapa personil kejaksaan dari WNI suku Tionghoa,” ucap Jaksa Agung.

Sekretaris Umum PSMTI Raymond A Arfandy mengapresiasi respon Jaksa Agung yang menerima suku Tionghoa Indonesia untuk masuk di jajaran Kejaksaan Agung.
“Apresiasi dari Jaksa Agung RI sejalan dengan visi PSMTI yakni Suku Tionghoa Warga Negara Kesatuan Republik Indonesia bersama komponen Bangsa Indonesia seluruhnya mempunyai hak dan kewajiban membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia menuju masyarakat adil dan makmur,” ungkap Raymond.

Dalam pertemuan ini, juga dibahas kerjasama antara PSMTI dengan Kejaksaan Agung untuk berbagai program, seperti program pelatihan pendidikan, sosial dan hukum. Kerjasama tersebut, rencananya akan ditindaklanjuti dan legalkan dalam bentuk penandatanganan MoU.
