BI: Penguatan Industri Pariwisata Dapat Meredam Perlambatan Ekonomi Global

0
750xauto-10-destinasi-wisata-populer-dunia-bagi-milenial-di-tahun-2019-190113v

Bank Indonesia mendorong pengoptimalan industri pariwisata untuk melawan resesi global. Karena itu, semua industri pariwisata harus kompak agar sektor pariwisata dapat menjadi andalan Indonesia untuk meredam perlambatan ekonomi global.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Rosmaya Hadi menilai Indonesia tidak sulit untuk menggenjot sektor pariwisata, pasalnya Indonesia memiliki banyak potensi yang kuat di sektor pariwisata.

“Secara paralel kita harus menggenjot pariwisata. Karena saya yakin Indonesia begitu banyak potensi wisatanya. Dalam hal itu, persoalan kita di pariwisata ada 3A 2P,” tuturnya di Jakarta, Kamis (7/11/2019).

Untuk 3A yakni aksesibilitas, atraksi dan amenitas. Sementara untuk 2P yaitu, promosi dan pembiayaan. Menurut Rosmaya, unsur-unsur tersebut harus dapat sinergikan agar dapat menjadi daya tarik bagi wisatawan mancanegara (wisman) untuk datang ke Indonesia.

“Persoalan akses. Walaupun tempatnya indah tapi aksesnya susah seperti Raja Ampat, itu aksesnya susah. A berikutnya adalah atraksi. Kita sama-sama mengetahui turis-turis tinggal di Indonesia itu hanya bermalam 1,7 hari. Berarti nggak dua malam ya. Karena atraksinya nggak menarik atau kurang. Seperti Turki, turis-turis bisa long of stay bisa satu minggu,” ujarnya.

Sedangkan amenitas yakni terkait persoalan kekurangan kebersihan dan standar keramahan. “Service something like that,” ujarnya.

Dia juga melanjutkan, promosi dan pembiayaan akan terus diupayakan Pemerintah dalam mengkerek industri pariwisata Indonesia.

“P pertama promosi. Kita terus mempromosikan 10 Bali Baru. P berikutnya adalah pembiayaan. Kita hadir di sini untuk menarik bagaimana kita bisa mendapatkan pembiayaan. Seperti apa visibility kita dapatkan,” tegasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *