Binte biluhuta Makanan Khas Gorontalo
Provinsi Gorontalo merupakan daerah penghasil jagung terbesar di Indonesia. Jagung yang dihasilkan adalah jagung dengan kualitas tinggi. Sehingga jagung tersebut dapat menembus pasar dunia, seperti Malaysia, Singapura, dan Gambia Afrika Barat. Jagung (Zae Mays) di Gorontalo mempunyai rasa yang manis atau dikenal dengan jagung manis, Di Gorontalo selain sebagai komoditi ekspor, jagung yang rasanya manis tersebut dijadikan sebagi bahan membuat makanan khas Gorontalo yang dikenal dengan Binte Biluhuta. Untuk menambah gurihnya menu Binte Biluhuta, maka di lengkapi dengan ikan cakalang atau ikan tuna yang sebelumnya di rebus secara terpisah dan di potong dagingnya kecil – kecil. Pengganti ikan dalam menu binte biluhuta ini biasanya udang, tapi mengingat udang berkolesterol tinggi, maka masyarakat gorontalo senang menggunakan ikan tuna atau cakalang rebus. Tergantung dari si pemesan menu binte biluhuta.
Pada saat masakan disajikan, bumbu – bumbu pembuat rasa tersebut disajikan di wadah terpisah, yaitu cabe rawit penyebab rasa pedas, daun pepaya penyebab rasa pahit, dan jeruk nipis penyebab rasa asam. Kalau selera Anda rasa pedas, tambahkan cabe rawit yang sudah ditumbuk kasar. Jika suka rasa pahit, iris daun pepaya tipis-tipis lalu campurkan ke dalam sup atau langsung di bikin lalapan. Jika ingin rasa asam, tambahkan perasan buah jeruk nipis (bukan dalam kemasan botol), sehingga anda akan merasakan kuahnya yang asam segar berpadu dengan krius-krius manis jagung dan harum kemangi.
Bagi Anda yang akan mengunjungi Provinsi Gorontalo, menu masakan Binte Biluhuta ini sangat mudah di dapatkan. Karena telah tersedia di restaurant khas gorontalo atau warung – warung makanan yang tersebar di setiap sudut kota sebagai industri kecil – kecilan warga masyarakat gorontalo. Makanan khas Gorontalo ini tidak berbau atau terasa amis, karena bau amis tersebut tertutupi oleh rasa asam, pahit atau pedas. Disarankan menyantap binte bilutuhe ini selagi masih panas. Harga binte biluhuta juga cukup terjangkau berkisar antara Rp. 3.000 hingga Rp. 5.000 per porsi, malah ada yang harganya mencapai Rp. 10.000 per porsi.
Selain jagung, makanan ini juga menggunakan bahan utama lainnya, seperti ikan tuna, cakalang, tengiri, dan udang. Binte Biluhuta merupakan makanan sejenis masakan sup yang rasanya segar, gurih, sehingga sangat cocok dinikmati pada saat cuaca dingin, terutama bagi mereka yang sedang flu dan lebih lezat ketika disajikan selagi hangat. Pada tahun 2005, sebanyak sepuluh ribu orang makan sup jagung ini secara bersamaan di sepanjang jalan Ahmad Yani hingga jalan Panjaitan Kota Gorontalo, sehinga kegiatan makan bersama ini tercatat dalam Museum Rekor Indonesia (MURI) ke-1.761.
Binte biluhuta termasuk makanan favorit masyarakat Gorontalo. Kekhasan makanan binte biluhuta terletak pada keragaman rasanya, ada rasa manis, kecut, pahit, dan pedas. Cara penyajiaannya pun berbeda dengan sup-sup lainnya. Pada saat masakan ini disajikan, bumbu-bumbu yang membuat rasanya berbeda, seperti cabe rawit penyebab rasa pedas, daun pepaya penyebab rasa pahit, dan jeruk nipis penyebab rasa kecut, diletakkan pada wadah yang terpisah. Tergantung selera masing-masing individu akan memilih rasa apa. Binte biluhuta dimasak dengan menggunakan bahan utama ikan, walaupun begitu tidak berbau atau terasa amis, karena bau amis tersebut tertutupi oleh rasa kecut, pahit atau pedas. Nah itu baru satu makanan yang ditawarkan, tapi masih banyak lagi makanan khas yang dapat menggunga selera anda. Selamat mencoba ya. (arf)

